Kembali

Girl's Life

Bikin Panik Kayak PPN Naik! Bibir Kemaluan Bentol dan Gatal

Bikin Panik Kayak PPN Naik! Bibir Kemaluan Bentol dan Gatal


Seperti bagian tubuh lainnya, area miss v juga bisa mengalami berbagai masalah kulit, contohnya bibir kemaluan bentol dan gatal. Namun, wajar banget kalau kamu panik ketika area yang bentol dan gatal adalah bibir kemaluan, soalnya kedua gejala ini sering dikaitkan sama penyakit tertentu seperti infeksi vagina.

Gara-gara ngerasa takut, banyak remaja perempuan akhirnya nggak berani untuk cerita ke orang tuanya saat area miss v-nya bentol dan terasa gatal. Padahal, ada beberapa tips yang bisa kamu coba buat mengatasinya, lo! Apa aja? Simak di sini, ya!

Penyebab gatal dan bentol di daerah kewanitaan

Gatal-gatal dan bentol belum tentu menandakan infeksi menular seksual. Kondisi ini mungkin aja berasal dari peradangan, luka, atau masalah lainnya pada kulit di daerah kewanitaan. Yuk, kita pelajari ciri-ciri dan perbedaannya.

1. Vulvitis

Vulvitis sebetulnya bukan penyakit, melainkan suatu sebutan medis untuk peradangan pada bibir vagina dan vulva. Vulva sendiri merupakan bagian luar dari organ reproduksi wanita. Di sinilah rambut kemaluan tumbuh.

Iritasi vulva bisa disebabkan oleh banyak hal, antara lain infeksi kulit, reaksi alergi, dan cedera. Kalau dibandingkan sama bagian tubuh lainnya, kulit vulva emang lebih mudah iritasi karena lembab dan hangat.

2. Liken sklerosus

Bentol dan gatal pada bibir kemaluan kadang menandakan liken sklerosus. Kondisi ini biasanya dialami sama wanita menopause (sudah nggak haid lagi), tapi sekitar 7–14% kasus liken sklerosus ternyata dialami sama perempuan yang belum haid.

Liken sklerosus adalah masalah kulit yang mengganggu banget. Awalnya, akan muncul bercak kecil berwarna putih yang gatal. Semakin kamu garuk, bercak ini akan semakin terasa gatal. Lama-lama, kulit juga bisa rusak dan pecah-pecah.

3. Dermatitis kontak dan eksim

Dermatitis kontak terjadi karena kulit miss v bersentuhan dengan sabun, pewangi, atau zat lainnya yang memicu iritasi atau alergi. Akibatnya, muncul peradangan, rasa gatal, dan bentol yang membandel di bibir kemaluan.

Gejala dermatitis kontak kadang susah dibedakan sama eksim. Bedanya, eksim muncul tanpa penyebab yang jelas. Kalau kamu terus-terusan menggaruk kulit yang gatal, bibir miss v bisa memerah, luka, infeksi, dan menjadi tebal.

4. Rambut kemaluan tumbuh ke dalam (ingrown hair)

Hayo, siapa di sini yang suka asal mencukur rambut kemaluan? Meskipun kelihatannya gampang, mencukur rambut kemaluan nggak boleh asal. Kadang, rambut yang tumbuh kembali justru bisa menusuk kulit sehingga jadi penyebab bentol di daerah kewanitaan.

Benjolan tersebut lama-lama bisa terisi nanah. Kulit di sekitar benjolan mungkin juga jadi kelihatan lebih gelap. Kalau benjolan ini mulai kelihatan meradang, terinfeksi, atau makin parah, sebaiknya beri tahu ortu supaya bisa kamu periksakan lebih lanjut, ya!

5. Kutil kelamin

Kutil kelamin muncul akibat infeksi human papilloma virus (HPV). Selain rasa gatal dan bentol di bibir kemaluan, penyakit ini juga bisa bikin miss v terasa panas kayak terbakar. Biasanya, kutil berukuran kecil dan muncul secara berkelompok.

Orang biasanya tertular penyakit kutil kelamin dari hubungan seks, tapi kamu juga bisa tertular dari kontak langsung dengan kulit orang yang terinfeksi HPV. Makanya, kamu harus menjaga kebersihan diri buat mencegah penularan penyakit ini.

6. Infeksi menular seksual (IMS)

Seperti namanya, infeksi menular seksual (IMS) adalah beragam penyakit infeksi yang menular lewat hubungan seksual. Selain kutil kelamin, contoh IMS di antaranya herpes genital, sifilis, dan moluskum kontagiosum.

Tips mengatasi bentol dan gatal di bibir kemaluan

Untungnya, gatal dan bentol di miss v biasanya bakal hilang sendiri setelah beberapa hari. Akan tetapi, aktivitas harianmu mungkin bisa terganggu gara-gara rasa gatal yang nggak mau hilang.

Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan buat mengurangi gejalanya.

  • Berhenti memakai produk-produk yang menurut kamu jadi penyebab bentol dan gatal di daerah kewanitaan.
  • Rutin membersihkan miss v dengan air. Nggak perlu memakai produk tambahan yang bisa bikin kulit iritasi.
  • Memakai celana dalam yang lebih longgar supaya kulit bisa bernapas. Jika bisa, pilih celana dalam berbahan alami, misalnya katun.
  • Berendam air hangat sekitar 10 menit, beberapa kali dalam seminggu.
  • Rajin mengganti pembalut tiap 2–3 jam sekali untuk mencegah infeksi bakteri.

Selain itu, jangan lupa buat memilih produk kewanitaan yang tepat, terutama pembalut. Sebisa mungkin, pilih pembalut tanpa kandungan gas klorin (Cl2) karena zat ini dapat memicu gatal-gatal dan iritasi pada kulit miss v yang sensitif.

Charm kini menghindari penggunaan gas klorin dalam proses pemutihan bahan dasar pembalutnya. Proses pemutihan pulp penyerap pembalut Charm menggunakan metode yang disebut Elemental Chlorine Free (ECF).

Pulp yang digunakan oleh Unicharm melalui proses pemutihan dengan oksigen (O2), klorin dioksida (ClO2), dan hidrogen peroksida (H2O2). Makanya, nggak ada gas klorin yang bisa menyisakan zat sampingan berbahaya.

Terus, pulp penyerap pembalut Charm juga berada di lapisan bawah sehingga nggak bersentuhan dengan kulit secara langsung, Jadi, kamu bisa mencegah rasa gatal dan bentol di area kewanitaan!
 

Baca Juga Disini :

Konsumsi yang Alami untuk Menjaga Keseharan Miss V

Ini Penyebab Miss v Perih Saat Masa Menstruasi

Cara Membersihkan Miss V Kamu 
 

Penyebab bentol di daerah kewanitaan
bentol di miss v
bentol gatal di area kewanitaan
bentol di miss v perih
cara mengobati bentol di miss v
Komentar (75)
A

Avatar Profile Image
Nova Susilawati
Makasih artikel nya
7 months ago
Balas
Avatar Profile Image
Aprian junita
Sangat bermanfaat sekali artikel nya
7 months ago
Balas
Avatar Profile Image
Retno W
Bermanfaat sekali
7 months ago
Balas
floating-icon