Kembali

Tentang Menstruasi

Menstruasi adalah Agenda Bulanan Wanita, Namun Kenapa Bisa Terjadi Menopause

Menstruasi adalah Agenda Bulanan Wanita, Namun Kenapa Bisa Terjadi Menopause


Menstruasi adalah bagian dari siklus reproduksi wanita pada setiap bulannya. Saat menstruasi atau haid, wanita akan mengalami pendarahan dari Miss V selama tiga sampai delapan hari. Siklus menstruasi normal pada umumnya adalah 28 hari, tetapi kondisi ini bisa berbeda-beda bagi setiap wanita.

Walaupun menstruasi terjadi setiap bulan, kamu sebenarnya enggak selamanya akan merasakan menstruasi. Pasalnya, ada masa di mana kamu akan mengalami menopause alias tidak merasakan menstruasi lagi nih

Menstruasi terjadi saat sistem reproduksi wanita telah dapat berfungsi secara optimal, dan merupakan salah satu pertanda tubuh memasuki masa pubertas. Setiap bulannya, tubuh akan menebalkan dinding rahim untuk mempersiapkan diri akan kehamilan. Apabila tidak ada sel telur yang dibuahi, maka dinding rahim akan meluruh dan keluar dalam bentuk darah melalui Miss V.

Akan tetapi, menstruasi atau haid tidak dapat dialami oleh wanita seumur hidupnya loh. Menstruasi atau haid akan berhenti jika seorang wanita telah mengalami menopause.

Baca Juga: Masa Menstruasi Aku dengan Nenek Berbeda, Karena Hal Ini!

Faktor Biologis yang menyebabkan menstruasi adalah..

Menstruasi adalah proses alami yang terjadi pada wanita ketika biologis reproduksinya sudah dapat berfungsi dengan baik. Hal ini juga menandakan bahwa kamu telah mengalami masa pubertas, sehingga memproduksi hormon-hormon yang menyebabkan menstruasi terjadi.

Siklus menstruasi sendiri adalah sebuah proses yang disiapkan oleh tubuh kamu untuk kehamilan setiap bulannya. Namun, jika tidak terjadi kehamilan, maka yang terjadi selanjutnya adalah keadaan di mana kamu mengalami menstruasi.

Siklus menstruasi sebenarnya dikontrol oleh beberapa hormon tubuh. Mulai dari hormon estrogen, progesteron, FSH (Follicle Stimulating Hormone), dan LH (Luteinizing Hormone).

Baca Juga: Kenalan Yuk Dengan Hormon Saat Menstruasi Pada Wanita!

Rata-rata, pada pertengahan siklus menstruasi, kadar hormon estrogen dan LH yang meningkat bakal memicu pelepasan sel telur di ovarium. Proses inilah yang disebut sebagai ovulasi. Hormon tersebut nyatanya juga bertanggung jawab untuk memicu penebalan dinding rahim.

Namun, jika sel telur tidak dibuahi, maka dinding rahim akan menebal, meluruh, dan keluar bersama darah dari Miss V. Sayangnya, hormon tersebut enggak akan selamanya bekerja nih. Jika hormon tersebut sudah tidak lagi dapat bekerja, kamu pun enggak bakal mengalami menstruasi alias akan berada di masa menopause.

Mengapa Menopause Terjadi?

Menopause terjadi ketika indung telur wanita sudah tidak lagi melepaskan sel telur setiap bulannya, dan menstruasi pun berhenti. 

Pasalnya, seperti yang sudah diketahui sebelumnya, bahwa sel telur yang dimiliki oleh wanita sejak lahir, jumlahnya sangatlah terbatas. Sel telur ini disimpan dalam indung telur (ovarium), kemudian akan mulai dilepaskan setiap bulan ketika wanita mulai mencapai pubertas.

Selain menjadi tempat penyimpanan sel telur, indung telur juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron loh. Kedua hormon ini pun berfungsi untuk mengontrol ovulasi dan menstruasi wanita di setiap bulannya.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, persediaan sel telur yang ada dalam diri wanita akan habis. Nah, pada saat indung telur wanita sudah tidak bisa melepaskan sel telur setiap bulannya hingga menstruasi berhenti inilah yang dikatakan sebagai menopause.

Baca Juga: Kenalan, tahu, dan mengerti apa itu menopause

Menopause sendiri merupakan fase berakhirnya siklus menstruasi secara alami, yang biasanya terjadi saat wanita memasuki usia 45 hingga 55 tahun. Seorang wanita dikatakan sudah menopause bila tidak mengalami menstruasi lagi, minimal 12 bulan (1 tahun).

Tidak hanya berhenti menstruasi saja, banyak perubahan lain yang terjadi di dalam tubuh wanita yang mengalami fase menopause. Mulai dari penampilan fisik, kondisi psikologis, hasrat seksual, hingga kesuburan. 

Wanita yang sudah menopause tidak bisa hamil lagi. Dikarenakan seiring bertambahnya usia, sistem reproduksi wanita yaitu indung telur akan semakin sedikit memproduksi hormon kewanitaan. Sehingga, indung telur tidak akan lagi melepaskan sel telur yang menyebabkan menstruasi akan berhenti pada seseorang wanita berumur.

Perubahan ini bisa terjadi secara bertahap atau tiba-tiba, dan disebut sebagai gejala menopause. Masa terjadinya perubahan tersebut dinamakan masa perimenopause, yang dapat berlangsung selama beberapa tahun sebelum menopause, dan umumnya dimulai saat usia 40 tahun atau bisa juga lebih awal (menopause dini). 

Wanita yang memiliki gejala menopause biasanya terjadi perubahan pada siklus menstruasinya. Contohnya seperti siklus menstruasi menjadi tidak teratur, kadang terlambat atau bisa lebih awal dari biasanya. Lalu, darah menstruasi yang dikeluarkan dapat lebih sedikit atau malah lebih banyak.

Kamu pun bisa memastikan masa menopause kamu dengan bantuan dokter loh. Dirimu bisa melakukan pemeriksaan FSH (follicle-stimulating hormone) dan hormon estrogen, serta pemeriksaan TSH (thyroid-stimulating hormone) dan hormon tiroid.

Untuk pemeriksaan FSH dan hormon estrogen sendiri, menopause ditunjukkan saat kadar FSH meningkat dan kadar estrogen rendah. Sedangkan untuk pemeriksaan TSH dan hormon tiroid, untuk memastikan bahwa kamu tidak mengalami penurunan hormon tiroid yang dapat menimbulkan gejala serupa dengan menopause.

Bila kamu menemukan gejala menopause tersebut dan merasa khawatir, tak ada salahnya untuk mengunjungi dokter kandungan untuk melakukan terapi guna meredakan gejala menopause ya.

charm
menstruasi adalah
faktor biologis yang menyebabkan menstruasi adalah
mengapa menopause terjadi
Komentar (8)
A

KN
Kiara Nadila
Wah jadi punya ilmu baru, sangat bermanfaat banget
22 days ago
Balas
Avatar Profile Image
Wardatunnisa
Terimakasih banyak atas informasinya ChaCha 🤗😍
20 days ago
Balas
SS
Siska Septiani
Wow
17 days ago
Balas