Kembali

Edukasi

Pramentruasi cuma mitos?

Pramentruasi cuma mitos?


Pra Menstruasi adalah masa sebelum menstruasi dimulai dan biasanya berlangsung selama 5-11 hari. PMS seringkali diawali oleh fluktuasi hormon dalam tubuh wanita. Pada umumnya, gejala pra menstruasi terjadi sekitar 7-10 hari sebelum menstruasi dimulai. Fase ini sering kali diabaikan karena hanya dianggap sebagai fase transisi yang tidak terlalu berpengaruh pada kesehatan. Padahal, pemahaman yang benar tentang fase ini dapat membantu wanita untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang sering muncul saat menjelang menstruasi.

Siklus menstruasi pada wanita terjadi setiap bulan dan terdiri dari empat fase, yaitu fase folikel, ovulasi, luteal, dan menstruasi. Fase pra menstruasi terjadi pada fase luteal, sebelum terjadinya menstruasi. Pada fase ini, kadar hormon progesteron menurun dan kadar hormon estrogen turun. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perubahan fisik dan emosional pada wanita.

Berbeda dengan menstruasi, pra menstruasi lebih sering ditandai dengan gejala-gejala seperti perubahan suasana hati, nyeri payudara, sakit kepala, mudah lelah, dan kembung. Gejala ini mungkin muncul beberapa hari atau bahkan beberapa minggu sebelum menstruasi. Gejala-gejala yang disebutkan tersebut biasa kita kenal sebagai sindrom pra menstruasi.

Walaupun tidak berbahaya, gejala pra menstruasi dapat mengganggu keseharian kita dan memengaruhi mood kita selama masa pra menstruasi. Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk memahami gejala pra menstruasi dan bagaimana mengatasinya.

Apa saja ya gejala sindrom pra menstruasi?

Pra menstruasi, atau yang lebih dikenal dengan istilah PMS, adalah masa sebelum datangnya menstruasi pada wanita. Selama PMS, terdapat beberapa gejala yang biasanya dialami oleh wanita muda. Gejala sindrom pra menstruasi dapat sangat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Namun, umumnya PMS terdiri dari gejala fisik dan mental, seperti:

  • Sakit kepala: Kondisi ini dapat terjadi pada beberapa hari sebelum menstruasi dan dapat berlangsung selama beberapa hari.
  • Perubahan suasana hati: Beberapa wanita mengalami perubahan suasana hati drastis, seperti mudah marah, mudah tersinggung, atau mudah menangis.
  • Sensitivitas payudara: Payudara dapat terasa lebih sakit atau bengkak.
  • Kembung: Perut dapat terasa kembung dan terasa berat.
  • Perubahan nafsu makan: Perempuan dapat merasa lebih lapar atau tidak merasa lapar sama sekali.
  • Kelelahan: Perempuan dapat merasa lebih lelah dan kehilangan energi.
  • Susah tidur: Beberapa perempuan mengalami sulit tidur atau tidur yang tidak nyenyak.
  • Mual dan muntah: Beberapa wanita mengalami mual dan bahkan muntah sebelum atau selama menstruasi.

Namun, bukan semua wanita mengalami gejala PMS dan intensitas gejala dapat berbeda-beda dari satu siklus menstruasi ke siklus menstruasi berikutnya. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup, seperti mengatur pola makan yang sehat, melakukan olahraga secara teratur, dan menghindari stres. Namun, jika gejala PMS sangat parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat, ya.

Berbahaya nggak, ya?

Tenang Charm Girls, Sindrom Pra Menstruasi atau PMS sebenarnya tidak berbahaya bagi kesehatan wanita secara umum. Namun, gejala yang dirasakan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Beberapa gejala PMS seperti nyeri payudara, sakit kepala, perubahan mood, dan kelelahan dapat mempengaruhi kinerja dan aktivitas sehari-hari.

Namun, dalam beberapa kasus, gejala PMS bisa sangat parah dan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental wanita. Beberapa wanita bisa mengalami depresi, kecemasan yang parah, dan bahkan mengalami gangguan makan. Jika gejala PMS sangat mengganggu dan berdampak pada kesehatan fisik dan mental, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain itu, wanita yang mengalami PMS dengan gejala yang sangat parah atau disertai dengan keluhan fisik lain seperti pendarahan abnormal, keputihan berlebih, atau demam, sebaiknya juga segera berkonsultasi dengan dokter. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang lebih serius terjadi dan mendapatkan penanganan yang tepat. 

Mungkin gejala pra menstruasi atau PMS bisa mengganggu kehidupan aktivitas kita seperti bekerja, sekolah atau olahraga. Namun, ada beberapa cara yang dapat membantu meredakan gejala dan mengobati pra menstruasi. Berikut adalah beberapa tips yang Charm Girls bisa coba:

  • Konsumsi makanan sehat: Makan makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan ikan dapat membantu mengurangi gejala pra menstruasi.
  • Olahraga: Berolahraga seperti jalan cepat, bersepeda, atau yoga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood.
  • Mengurangi konsumsi kafein dan gula: Kafein dan gula dapat memperburuk gejala pra menstruasi. Mengurangi konsumsi keduanya dapat membantu meredakan gejala.
  • Pijat: Pijat dapat membantu meredakan kram dan ketegangan otot selama pra menstruasi.
  • Terapi panas: Mengompres perut dengan bantal air panas atau mandi air hangat dapat membantu meredakan nyeri dan kram.
  • Obat-obatan: Obat seperti ibuprofen dapat membantu mengurangi nyeri dan kram.

Namun, jika gejala pra menstruasi sangat parah dan mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang sesuai.

Komentar (13)
A

An
Anonymous
Nice info
10 months ago
Balas
An
Anonymous
Thanks for information ❤️
10 months ago
Balas
An
Anonymous
Makasih banyak informasi nya
10 months ago
Balas
floating-icon