Kembali

Edukasi

Mengenal Infeksi Kandidiasis Vulvovaginalis, Bahaya atau Tidak, Ya?

Mengenal Infeksi Kandidiasis Vulvovaginalis, Bahaya atau Tidak, Ya?


Miss v merupakan bagian tubuh yang amat rentan terkena infeksi, baik itu oleh bakteri, virus, maupun jamur. Di antara beragam penyakit infeksi yang dapat menyerang miss v, salah satu yang paling sering terjadi adalah kandidiasis vulvovaginalis.

Penyakit infeksi jamur yang satu ini bisa terjadi pada perempuan dengan usia berapa pun. Kalau dibiarkan begitu saja, kandidiasis vulvovaginalis bisa menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut pada miss v dan area kulit di sekitarnya.

Itu sebabnya kamu perlu mengenali gejalanya sejak dini. Yuk, simak lebih lanjut tentang penyakit ini melalui ulasan berikut!

Apa itu kandidiasis vulvovaginalis?

Kandidiasis vulvovaginalis adalah istilah untuk menyebut penyakit infeksi vagina yang menyerang vagina dan vulva. Sebelum menyelam lebih jauh, mari ingat-ingat kembali bedanya kedua organ ini, yuk, Charm Girls!

Vulva merupakan bagian luar dari alat reproduksi wanita. Struktur vulva terdiri dari labia (bibir vagina) mayora dan minora, klitoris, beberapa kelenjar, jaringan di sekitar klitoris, saluran kemih (uretra), dan bukaan vagina.

Sementara itu, vagina merupakan saluran yang menghubungkan alat reproduksi wanita bagian luar dengan leher rahim (serviks). Vagina adalah tempat terjadinya penetrasi oleh penis dan keluarnya bayi saat persalinan.

Infeksi jamur pada vagina disebabkan oleh pertumbuhan jamur ragi Candida albicans. Penyakit ini secara umum dikenal sebagai kandidiasis, sedangkan istilah “kandidiasis vulvovaginalis” digunakan jika gejala infeksi muncul pada vulva dan vagina.

Inilah beberapa gejala yang akan muncul saat seseorang mengalami infeksi jamur pada vaginanya.

  • Rasa panas pada vagina dan vulva.
  • Keluar keputihan yang kental dan menggumpal.
  •  Ruam gatal pada vulva dan kulit di sekitarnya.

Infeksi candida pada vagina dan vulva memiliki beberapa istilah lain, yakni vulvovaginal candidosis, vaginal thrush, dan monilia.

Kalau nggak diobati, infeksi candida pada jamur bisa semakin parah. Bahkan, penyakit ini dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada kulit di sekitar miss v. Kalau terus digaruk, kulit miss v bisa mengalami infeksi lebih lanjut.

Apa penyebab kandidiasis vulvovaginalis?

Vagina sebenarnya merupakan habitat alami bagi jutaan bakteri dan jamur, termasuk ragi Candida albicans. Selama tubuhmu sehat dan sistem kekebalan tubuhmu cukup kuat, berbagai mikroorganisme di dalam miss v nggak akan menimbulkan masalah.

Sekitar 20% perempuan berusia 15–55 tahun memiliki ragi candida di dalam vaginanya tanpa mengalami gangguan. Kandidiasis vulvovaginalis baru akan terjadi kalau jamur ragi candida tumbuh secara berlebihan dan menyerang jaringan vagina.

Infeksi jamur pada vagina dapat terjadi kapan saja, tapi kandidiasis vulvovaginalis lebih sering terjadi menjelang haid. Ini karena hormon estrogen mematangkan dinding rahim dan meningkatkan kandungan glikogen di dalamnya.

Glikogen merupakan molekul gula dan gula adalah makanan kesukaan jamur Candida albicans. Jamur ini pun tumbuh makin subur hingga nggak terkendali. Lama-kelamaan, muncul gejala seperti gatal-gatal, ruam, dan keputihan yang menggumpal.

Selain didukung oleh hormon estrogen, pertumbuhan ragi candida yang berlebihan juga bisa disebabkan oleh:

  • perubahan hormon selama kehamilan,
  • tingginya gula di area miss v akibat penyakit diabetes yang nggak terkontrol,
  • terganggunya sistem imun sehingga nggak mampu melawan ragi candida,
  • sering mengonsumsi antibiotik, dan
  • konsumsi pil KB atau terapi hormon yang meningkatkan produksi estrogen.

Kapan kamu harus ke dokter?

Munculnya keputihan yang menggumpal sebenarnya sudah jadi pertanda bahwa kamu perlu berobat ke dokter. Begitu pula kalau kamu merasakan gejala lainnya dan nggak yakin ini infeksi jamur atau bukan. Sebaiknya segera kunjungi dokter supaya kamu bisa mengetahui penyebabnya.

Dokter akan bertanya dulu seputar riwayat kesehatanmu, misalnya apakah sebelumnya kamu pernah mengalami infeksi vagina, penyakit menular seksual, atau penyakit yang membuat sistem kekebalan tubuhmu melemah.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan pada panggul dan organ intim bagian luar untuk mencari tanda-tanda infeksi. Selanjutnya, dokter akan memeriksa organ intim bagian dalam dengan cara melebarkan vagina menggunakan alat khusus.

Bagaimana cara mengobati kandidiasis vulvovaginalis?

Setelah dipastikan bahwa kamu mengalami infeksi candida pada vagina, dokter dapat menentukan pengobatannya. Kandidiasis vulvovaginalis dengan gejala ringan hingga menengah bisa diatasi dengan cara berikut.

  • Terapi vagina jangka pendek dengan menggunakan obat antijamur selama tiga sampai tujuh hari. Obat antjamur bisa berupa salep, krim, tablet, atau supositoria yang dimasukkan ke dalam vagina.
  • Obat dosis tunggal sesuai resep dokter.

Pengobatan di atas mungkin kurang ampuh untuk mengatasi infeksi pada vagina yang cukup parah. Pada kasus infeksi parah atau yang sering kambuh, pengobatannya dapat berupa:

  • penggunaan obat antijamur dalam jangka panjang,
  • konsumsi beberapa jenis obat sekaligus, atau
  • pemberian asam borat melalui vagina.

Infeksi jamur pada vagina memang cukup umum dan dapat diobati, tapi bukan berarti penyakit ini boleh dianggap sepele. Agar kamu terhindar dari kandidiasis vulvovaginalis, jagalah kebersihan dan kesehatan organ intimmu, ya, Charm Girls!

Pakailah celana dalam berbahan katun yang baik untuk kulit. Jangan lupa mengganti celana dalam secara rutin supaya kulit di sekitar miss v nggak lembap. Ketika haid dan memakai pembalut, ganti juga pembalut tiap 2–3 jam sekali agar miss v tetap bersih.

Bila perlu, kamu juga dapat memakai pembalut dengan kandungan antibakteri, seperti pembalut CHARM Herbal Ansept+. Kandungan ekstrak daun sirih dan herbal pilihan di dalamnya bisa menjaga kesehatan miss v sekaligus mencegah pertumbuhan mikroba yang dapat menyebabkan infeksi vagina.

Kandungan ekstrak herbal dalam pembalut CHARM Herbal Ansept+ juga mencega bau dan memberikan perlindungan higienis sepanjang hari meski kamu sedang haid, lho! Bukan cuma terlindungi dari bakteri, miss v pun terasa nyaman seharian.

candida pada vagina
infeksi jamur pada vagina
Komentar (161)
A

An
Anonymous
Yah
2 years ago
Balas
An
Anonymous
Ok
2 years ago
Balas
An
Anonymous
Iya
2 years ago
Balas
floating-icon