Kembali

Edukasi

Gejala Penyakit Tiroid pada Wanita Ternyata Bisa Dikenali Sejak Dini, Lho!

Gejala Penyakit Tiroid pada Wanita Ternyata Bisa Dikenali Sejak Dini, Lho!


Di dalam tubuh manusia, terdapat kelenjar-kelenjar yang berperan untuk memproduksi dan melepaskan berbagai hormon. Kelenjar tiroid merupakan salah satunya. Kelenjar inilah yang memproduksi hormon pengendali fungsi vital pada tubuh manusia.

Ketika tiroid nggak bekerja dengan baik, dampak yang dihasilkan pun cukup beragam. Yang lebih mengkhawatirkan adalah wanita lebih rentan terkena penyakit tiroid daripada pria. Salah satu penyebabnya karena interaksi antara hormon tiroid dan hormon lain yang naik dan turun selama siklus menstruasi.

Lantas, apa saja gejala penyakit tiroid pada wanita yang bisa dikenali? Seberapa parah penyakit ini dan bagaimana cara mengobatinya? Yuk, simak lebih jauh dalam artikel berikut!

Gejala penyakit tiroid pada wanita

Tiroid adalah kelenjar kecil yang terletak di leher bagian depan. Kelenjar ini mengubah mineral yodium menjadi hormon tiroid. Lalu, hormon tersebut mengalir bersama darah menuju sel-sel tubuh yang memerlukannya. Hormon tiroid akan mengatur pembakaran kalori, detak jantung, suhu dalam tubuh, dan beberapa fungsi lainnya.

Sementara itu, penyakit tiroid adalah kondisi ketika jumlah hormon yang dihasilkan oleh tiroidmu nggak wajar. Kamu disebut mengalami hipertiroidisme apabila produksi jumlah hormon tiroid terlalu banyak dan hipotiroidisme jika jumlahnya terlalu sedikit.

Studi mengatakan lebih dari 12% wanita akan mengalami penyakit ini selama hidupnya. Penyakit tiroid pada wanita bisa disebabkan oleh autoimun atau kegagalan fungsi tiroid sejak bayi. Nah, berikut adalah gejala yang dialami oleh wanita dengan penyakit tiroid.

1. Terganggunya siklus menstruasi

Terganggunya siklus menstruasi bisa menjadi tanda atau gejala penyakit tiroid pada wanita. Alasannya karena produksi hormon tiroid yang terlalu tinggi atau rendah bisa menyebabkan menstruasimu nggak konsisten.

Menstruasi bisa terasa ringan, sangat berat, atau bahkan terjadi amenore, yaitu kondisi ketika menstruasi berhenti begitu saja. Bagi sebagian wanita, gangguan tiroid juga menyebabkan masalah pada pubertas, entah itu muncul terlalu dini atau terlambat.

2. Munculnya masalah reproduksi dan kista

Tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif juga bisa mempengaruhi ovulasi, yaitu proses pelepasan sel telur untuk pembuahan. Gangguan tiroid bisa menyebabkan masalah kesuburan jika sel telur yang seharusnya dilepaskan malah tertahan.

Apabila ovulasi terganggu, kondisi ini bisa mempengaruhi peluang untuk memiliki anak di masa yang akan datang. Selain itu, perempuan dengan kelenjar tiroid yang kurang aktif juga berisiko terkena kista ovarium.

3. Komplikasi kehamilan, bahkan keguguran

Penyakit tiroid pada wanita selama kehamilan bisa membahayakan janin dalam kandungan. Bahkan, perempuan yang kekurangan hormon tiroid bisa berisiko mengalami kelahiran prematur, keguguran, dan kematian bayi setelah lahir.

Sementara itu, perempuan hamil yang kelenjar tiroidnya terlalu aktif akan berisiko mengalami morning sickness yang cukup parah. Hal ini tentu akan mengganggu kehamilan dan membuat ibu hamil jadi sering stres. 

4. Menopause dini

Menopause atau berakhirnya siklus menstruasi bisa menjadi gejala penyakit tiroid pada wanita. Biasanya, menopause terjadi saat wanita memasuki usia 45–50-an. Namun, bagi penderita penyakit tiroid, menopause bisa terjadi lebih cepat dari seharusnya, yaitu sebelum memasuki usia 40 tahun.

Gejala penyakit tiroid secara umum

Kurang atau lebihnya hormon tiroid pada tubuh akan menyebabkan efek tertentu. Nah, berikut ini merupakan gejala umum jika kamu mengalami hipotiroidisme, yaitu kelainan akibat kurangnya hormon tiroid.

  • Nyeri sendi dan otot.
  • Kulit pucat dan kering.
  • Sering kelelahan.
  • Cepat merasa dingin.
  • Kolesterol tinggi.
  • Berat badan naik.
  • Berkeringat secara berlebihan.

Sementara itu, berikut gejala umum hipertiroidisme atau tingginya kadar hormon tiroid dalam tubuh.

  • Berat badan turun.
  • Nafsu makan besar.
  • Detak jantung nggak teratur.
  • Menjadi tempramental.
  • Gangguan tidur.
  • Sering mengalami diare.

Cara mengobati penyakit tiroid pada wanita dan kapan harus ke dokter

The American Thyroid Association menyatakan bahwa sebanyak 60% penderita tiroid awalnya nggak menyadari keberadaan penyakitnya. Maka dari itu, kamu perlu waspada jika merasa ada yang salah pada tubuh.

Waspadai berbagai gejala penyakit tiroid pada wanita, seperti jadi cepat lelah, wajah membengkak, penurunan atau penambahan berat badan, dan masalah menstruasi.

Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Kamu mungkin akan mendapatkan serangkaian tes, seperti tes darah, tes fisik, dan tes pencitraan dengan MRI.

Apabila kamu terkonfirmasi memiliki penyakit tiroid, penyedia layanan kesehatan akan menawarkan perawatan untuk mengembalikan kadar hormon tiroid menjadi normal. Perawatan tersebut disesuaikan dengan penyebab penyakit tiroid yang kamu alami.

Kalau kamu memiliki kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi (hipertiroidisme), berikut pilihan pengobatan yang mungkin kamu dapatkan.

  • Obat antitiroid untuk mengurangi produksi hormon tiroid.
  • Yodium radioaktif, yaitu perawatan untuk merusak sel tiroid sehingga mencegah produksi hormon tiroid berlebih.
  • Obat beta blocker untuk membantu mengelola gejala yang kamu alami.
  • Pembedahan untuk menghentikan produksi hormon tiroid secara permanen.

Sementara bagi wanita dengan produksi hormon tiroid yang rendah (hipotiroidisme) pengobatannya berupa obat pengganti tiroid atau levothyroxine. Obat ini bekerja seperti hormon tiroid buatan untuk meningkatkan kadar hormon tiroid di dalam tubuh.

Nah, itu dia ulasan mengenai penyakit tiroid pada wanita, Charm Girls. Pada dasarnya, penyakit tiroid bisa menyerang siapa saja. Akan tetapi, wanita berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini dibanding pria. Maka dari itu, kamu dianjurkan untuk mengunjungi dokter kalau mengalami gejala penyakit tiroid pada wanita.

penyakit tiroid pada wanita
Komentar (886)
A

An
Anonymous
Nice info 👍🏻
2 years ago
Balas
An
Anonymous
hmm
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
hmm
2 years ago
An
Anonymous
hmm
2 years ago
An
Anonymous
hmm
2 years ago
An
Anonymous
hmm
2 years ago
An
Anonymous
hmm
2 years ago
An
Anonymous
ya
2 years ago
An
Anonymous
ok
2 years ago
An
Anonymous
Nice info
2 years ago
An
Anonymous
Nice info
2 years ago
An
Anonymous
Nice info
2 years ago
An
Anonymous
Nice info
2 years ago
An
Anonymous
ok
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
nice
2 years ago
An
Anonymous
Ya
2 years ago
An
Anonymous
Ya
2 years ago
An
Anonymous
Ya
2 years ago
An
Anonymous
Ya
2 years ago
Avatar Profile Image
Retno W
Makasih infonya cha
2 years ago
Balas
An
Anonymous
iya
2 years ago
An
Anonymous
Ok
2 years ago
An
Anonymous
Ok
2 years ago
An
Anonymous
Ok
2 years ago
An
Anonymous
Ok
2 years ago
Avatar Profile Image
Hesti Noviyanti
berguna ya infonya
2 years ago
An
Anonymous
sip
2 years ago
An
Anonymous
iya
2 years ago
An
Anonymous
okokoo
2 years ago
An
Anonymous
okokoo
2 years ago
An
Anonymous
okokoo
2 years ago
An
Anonymous
okokoo
2 years ago
An
Anonymous
Really good
2 years ago
Balas
Ek
Eva kartika yuniasari
Ok
2 years ago
Ek
Eva kartika yuniasari
Ya
2 years ago
Ek
Eva kartika yuniasari
O
2 years ago
Ek
Eva kartika yuniasari
Yo
2 years ago
An
Anonymous
Ya
2 years ago
An
Anonymous
Ok
2 years ago
An
Anonymous
Ok
2 years ago
An
Anonymous
Ok
2 years ago
Avatar Profile Image
Hesti Noviyanti
iya good
2 years ago
An
Anonymous
good
2 years ago
floating-icon