Kembali

Edukasi

Darah Kotor itu Haid? Masa sih?

Darah Kotor itu Haid? Masa sih?


Charm Girls pernah dengar yang namanya darah kotor? Ada banyak sekali mitos yang terkait dengan kondisi ini. Salah satunya, darah haid juga dianggap sebagai darah kotor. Bahkan karena anggapan ini, banyak larangan saat haid yang dikaitkan dengan darah kotor haid. 

Namun ternyata, hal itu salah jika dilihat dari sudut pandang kesehatan dan sains, lho. Darah haid sama sekali bukan darah kotor. 

Seperti diketahui, menstruasi adalah siklus normal bulanan di mana wanita mengalami peluruhan dinding rahim yang terjadi akibat tidak adanya pembuahan. Darah tersebut lantas mengalir lewat lubang kecil di leher rahim dan keluar dari tubuh lewat vagina.

Dilansir HelloSehat, darah menstruasi sebenarnya tidak berbeda dengan darah biasa yang keluar dari luka di tubuh atau darah mimisan. Warnanya bisa gelap atau bahkan kehitaman, dengan disertai gumpalan darah karena mengandung sisa jaringan dinding rahim yang luruh.

Lantas, apa yang dimaksud darah kotor sebenarnya? 

Darah kotor adalah darah yang kekurangan oksigen (deoxygenated blood), dengan kata lain kadar karbondioksidanya terlalu tinggi. Sementara darah bersih, adalah darah yang kaya akan oksigen (oxygenated blood).

Penyebab Keluar Darah Kotor

Sekarang pertanyaannya, apa penyebab darah kotor? 

Dilansir HaloDoc, peredaran darah dalam tubuh melibatkan darah yang mengalir dari jantung ke paru-paru untuk mendapat oksigen dan membuang karbondioksida, lalu dialirkan lagi ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Awalnya, darah kotor dipompa oleh bilik kanan jantung, lalu dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Paru-paru bakal mengikat oksigen agar darah yang dialirkan kembali ke jantung dan keluar dari sisi kiri jantung ke seluruh tubuh untuk mengedarkan nutrisi dan oksigen.

Nah, jika darah yang diedarkan ke seluruh tubuh kekurangan oksigen alias darah kotor, maka paru-paru pun bakal kekurangan oksigen untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Itu bakal membuat kamu menderita penyakit darah kotor yang disebut hipoksemia.

Tapi, apa penyebab tingkat oksigen dalam darah bisa jadi begitu sedikit? Biasanya sih, ada beberapa kondisi tertentu, seperti berikut ini:

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), termasuk bronkitis kronis dan emfisema di mana paru-paru tidak bisa berfungsi dengan baik. 
  • Emboli paru
  • Asma
  • Paru-paru kolaps
  • Penyakit jantung dan kelainan jantung bawaan
  • Sindrom kesulitan pernapasan akut
  • Kelainan darah seperti anemia.
  • Sleep apnea, adalah gangguan tidur yang suka mendengkur keras dan merasa lelah bahkan setelah tidur semalaman.

Kondisi-kondisi tersebut bisa mencegah paru-paru kita menghirup udara yang kaya oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Alhasil, kita akan mengalami penurunan tingkat saturasi oksigen sebagai salah satu gejala hipoksemia. Inilah yang jadi salah satu ciri darah kotor. 

Kamu bisa mengetahuinya dengan mengukur kadar oksigen menggunakan oksimeter. Biasanya, kalau kadar oksigen dalam darah di bawah 90%, itu sudah termasuk rendah.

Berbahaya atau Tidak, ya?

Kekurangan oksigen dalam tubuh mungkin terdengar menyeramkan, tapi apakah itu benar-benar berbahaya? Bisa jadi bahaya jika kamu mengalami gejala yang cukup berat, Charm Girls.

Makanya, kamu wajib mewaspadai tanda tanda penyakit darah kotor. Di antaranya sesak napas, detak jantung cepat, nyeri dada, alergi pada kulit, sakit kepala, badan lemas, linglung, gelisah, dan lainnya.

Jika dibiarkan, hipoksemia bisa mengganggu fungsi normal tubuh mulai dari fungsi otak, hati, jantung, paru-paru, sistem limfatik, bahkan merembet ke organ lainnya, lho. Soalnya suplai darah yang sehat sangat dibutuhkan oleh organ-organ tersebut.

Khususnya buat para perokok harus hati-hati, nih. Kebiasaan merokok ternyata bisa menyebabkan penumpukan karbon monoksida dalam darah yang menyebabkan darah kotor, lho.

Lebih baik, langsung kunjungi dokter untuk membersihkan darah kotor jika kamu mengalami salah satu atau lebih gejala di atas. Apalagi jika dirasa sudah menyulitkanmu melakukan berbagai aktivitas sehari-hari yang ringan. 

Biasanya, dokter akan melakukan terapi oksigen sebagai cara membersihkan darah kotor. Soalnya, bisa jadi itu merupakan gejala dari penyakit yang jauh lebih berbahaya. Kamu juga mungkin akan diminta mengkonsumsi beberapa makanan yang bisa merangsang darah bersih seperti sayuran dan buah-buahan.

Jadi jelas ya, bahwa darah haid tidak ada hubungannya dengan darah kotor yang kekurangan oksigen, ya. Melainkan darah normal dalam tubuh.

Kalau kamu merasa kesulitan menangani aliran darah kotor haid yang begitu banyak atau bahkan menggumpal, kamu bisa coba pembalut Charm Extra Dry Slim, nih.

Pembalut ini bisa menyerap cairan atau bahkan gumpalan kental seketika, tanpa ada cairan yang tertinggal di permukaan. Dengan begitu, permukaan lembutnya bakal tetap terasa kering dan halus. Dijamin kamu bakal lebih nyaman menjalani hari.

Dengan tiga varian berbeda, yakni Wing 23 cm, Wing Long 25 cm, dan Night 29 cm, kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan. Pembalut Charm Extra Dry Slim bisa kamu temukan di supermarket terdekat, ya!.

apa yang dimaksud darah kotor
darah kotor haid
Komentar (56)
A

An
Anonymous
ok
9 days ago
Balas
An
Anonymous
ok
9 days ago
Balas
An
Anonymous
ok
9 days ago
Balas
floating-icon