Kembali

Girl's Life

Haid keluar sedikit, berbahaya atau tidak ya?

Haid keluar sedikit, berbahaya atau tidak ya?


Siklus haid perempuan sangat lah beragam masing-masing individunya. Ada beberapa perempuan yang mengeluarkan darah haid dalam volume normal atau berlebihan. Tapi, charm girls tau ga? Kalau darah haid juga bisa keluar terlalu sedikit, loh. Jika haid keluar sedikit di hari pertama itu memang wajar, namun bila darah haid yang keluar sampai hari ke-5 masih sedikit. Itu masih hal yang normal nggak, ya?

Secara umum perempuan mengeluarkan darah haid sekitar 50 sampai 80 mililiter per siklus menstruasi. Atau sekitar mengganti pembalut rata-rata 2 sampai 3 kali per hari nya. Terus kalau darah haid yang keluar lebih sedikit dari volume tersebut, bagaimana ya? Kenapa ya hal itu terjadi?

Ada banyak hal yang bisa mempengaruhi keluar nya darah haid. Gaya hidup dan stress dapat memicu siklus haid tidak lancar. Gangguan dan kelainan haid juga bisa menjadi faktor yang mendukung darah haid sedikit. Contohnya, hypomenorrhea yang dapat menjadi salah satu alasan mengapa darah haid yang keluar sedikit.

Hypomenorrhea adalah kondisi yang berbalikan dari menorrhagia. Hypomenorrhea merupakan sebutan yang dipakai untuk menjelaskan kondisi di mana darah mens sedikit keluarnya ketika siklus haid berlangsung. Kondisi ini ditandai dengan perempuan akan mengeluarkan darah haid kurang dari 30 mililiter per siklus haid. Gejala ini juga akan berlangsung tidak hanya di hari pertama menstruasi.

Gejala lainnya yang muncul adalah biasanya darah haid yang keluar akan hanya bercak-bercak saja. Atau sebutan familiarnya adalah flek darah. Ini juga didukung dengan situasi di mana darah haid yang keluar selama hari pertama sampai ketiga tidak se-banyak siklus haid pada umumnya. Aliran darah yang keluar juga secara terus menerus ringan dan sedikit.

Hal lain yang kamu juga rasakan ketika mengalami hypomenorrhea adalah siklus haid datang secara tidak reguler. Bisa jadi terlambat datangnya dari tanggal atau periode waktu yang seharusnya. Selain itu, siklus haid juga berlangsung lebih cepat, mungkin sekitar 2 sampai 3 hari saja. Kamu juga hanya memerlukan pembalut lebih sedikit per siklus nya, karena frekuensi penggantian pembalut jumlahnya rendah.

Hypomenorrhea dikatakan juga sebagai kondisi penanda bahwa dinding uterus menipis. Lantas, yang menyebabkan hal ini terjadi apa ya? Untuk menjawab pertanyaan Charm Girls, yuk kita simak bersama.

Penyebab haid keluar sedikit

1.Faktor Genetik

Faktor genetik dianggap mengambil peran dalam terjadinya kondisi darah haid sedikit yang keluar. Jika kamu mengalami kondisi ini, kamu bisa tanyakan ke Ibu atau saudara perempuan mu apakah mereka memiliki kondisi yang sama dengan kamu. 

2.Faktor Usia

Hypomenorrhea umum terjadi di perempuan remaja awal yang baru menginjak masa pubertas dan wanita yang mendekati usia menopause. Hal ini dikarenakan adanya ketidakseimbangan hormon yang terjadi di dalam tubuh.

3.Penggunaan Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB dan suntik KB dapat memicu keluarnya darah mens sedikit jumlahnya. Kenapa? Karena alat kontrasepsi menyebabkan penipisan lapisan dinding rahim atau mengurangi pertumbuhan endometrium. 

4.Stress

Kondisi psikologis seseorang ternyata juga bisa mempengaruhi siklus haid tidak lancar dan juga darah haid yang keluar menjadis sedikit, loh. Jika kamu kalut dalam stress yang berkepanjangan, hal ini dapat mengurangi darah haid yang keluar. Jadi, di kasus-kasus seseorang yang sedang mengalami depresi, siklus haid mereka akan menjadi tidak lancar. 

5.Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

1 dari 10 perempuan memiliki PCOS atau sindrom ovarium polikistik. PCOS adalah kondisi ketika ovarium memproduksi hormon androgens secara berlebihan. Kondisi ini disertai dengan ketidakseimbangan hormon dan munculnya kista kecil pada ovarium. Tidak jarang juga bagi seseorang yang memiliki PCOS untuk mengalami periode menstruasi lebih cepat dan haid keluar sedikit.

6.Perubahan berat badan 

Ketika berat badan seseorang bertambah atau menurun secara drastis. Kondisi ini dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Tidak hanya itu, efek lainnya adalah siklus haid yang terganggu. Seseorang akan mendapati dirinya mengeluarkan darah haid yang sedikit atau siklus haid-nya menjadi tidak lancar.

Adapun hal-hal lain yang ikut menjadi faktor pengaruh seperti gangguan hipertiroid atau kondisi kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Ada juga kondisi di mana perempuan mengalami menopause dini dan gangguan serviks lainnya. 

Cara mengatasi

Faktor-faktor penyebab yang bisa menjadi kemungkinan risiko seseorang mengalami mens tidak lancar atau darah haid sedikit telah disebutkan. Lalu, apakah bisa disembuhkan dan diatasi? 

1.Makan asupan bernutrisi

Makanan yang bergizi menjadi hal penting dalam mengatasi dan mencegah kondisi seperti hypomenorrhea. Makanan yang kaya akan vitamin dan serat tentunya akan memperbaiki gizi tubuh yang punya korelasi positif terhadap siklus menstruasi. Haid akan menjadi lancar siklusnya serta volume darah haid yang keluar akan normal.

2.Olahraga dan istirahat yang cukup

Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh tidak hanya dengan mengonsumsi makanan saja. Olahraga secara teratur juga penting untuk ketahanan tubuh dan kesehatan organ reproduksi. Namun, perlu diingat untuk tidak memberikan stressor berlebih pada fisik dan tetap istirahat secara teratur. 

3.Hindari stress

Jiwa yang sehat dibutuhkan bagi tubuh yang sehat. Dengan mengurangi stress dan membahagiakan diri dapat menjadi dorongan positif bagi siklus haid dirimu, loh. Pengelolaan stress yang baik merupakan langkah dalam menjaga pola hidup yang sehat. Jika penyebab dari siklus haid mu yang tidak lancar adalah karena permasalahan psikologis. Yuk, let’s find happy things in life!

4.Konsultasi dengan dokter

Penyebab siklus haid yang tidak lancar dan darah mens sedikit beragam. Jika penyebabnya adalah karena kondisi medis, kamu bisa melakukan konsultasi dengan dokter. Mendapatkan perawatan yang tepat juga penting, loh untuk memperbaiki siklus haid. Dokter bisa merujuk terapi hormon atau obat-obatan yang mendukung darah haid agar keluar secara normal dan siklus menstruasi mu menjadi sehat.

Kamu nggak harus overthinking jika darah haid yang keluar berjumlah sedikit. Namun, ada hal-hal penting yang memang perlu diperhatikan seperti penyebabnya. Mengapa? Supaya kamu dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi. Ingat, jaga pola hidup mu untuk selalu sehat ya. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

darah haid sedikit
darah mens sedikit
Komentar (355)
A

An
Anonymous
Oke
9 days ago
Balas
An
Anonymous
Ok
9 days ago
An
Anonymous
Thx
9 days ago
An
Anonymous
Y
9 days ago
An
Anonymous
Y
9 days ago
An
Anonymous
Oke
9 days ago
An
Anonymous
Oke
9 days ago
An
Anonymous
Oke
9 days ago
An
Anonymous
Oke
9 days ago
An
Anonymous
Oke
6 days ago
An
Anonymous
Oke
6 days ago
An
Anonymous
Oke
6 days ago
An
Anonymous
Oke
6 days ago
An
Anonymous
Ok
6 days ago
An
Anonymous
Ya
6 days ago
An
Anonymous
Ya
6 days ago
An
Anonymous
Ok
6 days ago
An
Anonymous
Ok
6 days ago
An
Anonymous
Ok
5 days ago
An
Anonymous
Ya
5 days ago
An
Anonymous
Ok
5 days ago
An
Anonymous
Ok
5 days ago
An
Anonymous
Ok
5 days ago
An
Anonymous
Ok
5 days ago
An
Anonymous
Ya
5 days ago
An
Anonymous
Oke
5 days ago
An
Anonymous
Ok
5 days ago
An
Anonymous
Ok
9 days ago
Balas
An
Anonymous
Oke
8 days ago
An
Anonymous
Oke
8 days ago
An
Anonymous
Oke
8 days ago
An
Anonymous
Oke
8 days ago
An
Anonymous
Sipp
7 days ago
An
Anonymous
Ok
7 days ago
An
Anonymous
Sop
7 days ago
An
Anonymous
Ayam
7 days ago
An
Anonymous
Ok
9 days ago
Balas
An
Anonymous
Ok
7 days ago
An
Anonymous
Ok
7 days ago
An
Anonymous
Ok
7 days ago
An
Anonymous
Ok
7 days ago
An
Anonymous
Ya
6 days ago
An
Anonymous
Ya
6 days ago
An
Anonymous
Ok
6 days ago
An
Anonymous
Ok
6 days ago
An
Anonymous
Ok
6 days ago
floating-icon