Kembali

Tentang Menstruasi

Persiapkan 3 Hal Ini Saat Proses Menstruasi

Persiapkan 3 Hal Ini Saat Proses Menstruasi


Menstruasi adalah hal biologis yang normal dialami oleh perempuan pada organ reproduksi untuk bersiap jika terjadi kehamilan. Proses menstruasi ditandai dengan penebalan dinding rahim (endometrium) yang berisi pembuluh darah. Jika tidak terjadi kehamilan, endometrium akan mengalami peluruhan dan keluar bersama darah melalui vagina. Dan ternyata ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum terjadinya menstruasi.

Anak perempuan yang mengalami haid pertama menandakan fase pubertas sekaligus memasuki usia subur. Haid dimulai saat pubertas dan berhenti secara permanen saat menopause. Datang bulan diawali Pre-menstrual syndrome atau PMS yaitu gejala yang muncul karena perubahan hormon menjelang haid. PMS biasanya terjadi di awal-awal haid dan akan membaik seiring masa menstruasi usai.

Persiapan pertama adalah mengetahui proses menstruasi 

Bagi wanita dewasa tentu sudah biasa menyambut haid yang datang setiap bulan. Namun bagi anak remaja putri, haid pertama bisa menghadirkan kecemasan dan berbagai perasaan semakin tak menentu tentang bagaimana datang bulan bisa terjadi. 

Terlebih jika fase PMS diiringi gejala penyerta yang mempengaruhi kondisi kesehatan seperti rasa nyeri, sakit kepala, kembung, mual mulai dari yang ringan hingga berat. Di samping membatasi aktivitas, tubuh juga terasa cepat lelah hingga suasana hati yang tidak stabil. Karenanya, mengetahui fase dan siklus menstruasi berarti mengenali tubuh sekaligus menyadari normal tidaknya datang bulan.

Baca Juga: Begini, proses menstruasi setiap bulannya!

Berikut ini 3 Hal yang bisa dipersiapkan saat proses menstruasi:

1. Catat Siklus Haid

Setiap wanita menjalani durasi dan volume perdarahan yang berbeda-beda saat datang bulan. Siklus haid pada umumnya akan berulang setiap 21 sampai 35 hari sekali dan belum tentu datang pada tanggal yang sama setiap bulan. Siklus menjadi hal utama yang perlu kamu ketahui dalam proses haid 

Tidak ada salahnya mencatat tanggal pertama haid sebelum siklus selanjutnya sehingga bisa mengetahui perubahan atau siklus menstruasi yang tidak normal. Haid biasanya terjadi selama 3 sampai 7 hari. Jika terjadi siklus yang tidak normal, kamu dapat memeriksa kondisi kesehatan ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Persiapkan 3 Hal Ini Saat Proses Menstruasi
Persiapan untuk haid salah satunya adalah catat siklus haid

2. Siapkan perbekalan untuk haid 

Selain persiapan biologis saat proses menstruasi, kamu juga harus menyiapkan perbekalan pembalut dengan ukuran yang pas dan pakaian dalam bersih sehingga siap saat haid hari pertama tiba. Lebih banyak lebih baik, artinya siapkan sejumlah pembalut cadangan jika darah haid yang keluar sangat banyak. Ganti pembalut setiap satu sampai dua jam sekali untuk menjaga kebersihan dan mencegah tembus.

Untuk sanitasi area kewanitaan saat haid juga tidak perlu berlebihan. Bersihkan vagina dengan tisu atau kain bersih setelah dibasuh air agar vagina berada dalam keadaan yang tidak terlalu lembap. Jangan menggunakan sabun atau cairan berbahan parfum karena bisa menyebabkan iritasi dan masalah pada area kewanitaan.

3. Antisipasi nyeri saat menstruasi 

Bagi sejumlah wanita, menstruasi atau haid hari pertama biasanya diikuti nyeri haid dan beragam gejala sakit lainnya seperti sakit kepala, mual, atau diare.

Baca Juga: Proses menstruasi ternyata bertahap loh!

Ada ramuan tradisional atau bahan alami seperti buah-buahan yang dapat mengurangi rasa nyeri haid. Selain asupan makanan, beberapa cara juga bisa dilakukan untuk meredakan rasa nyeri. Gunakan bantal pemanas atau koyo hangat ke bagian perut atau punggung bawah. Bisa juga kompres bagian yang nyeri dengan air hangat dibungkus handuk kecil. Menyiapkan hal-hal untuk mencegah nyeri haid saat datang bulan tiba juga sangat penting, Charm Girls! 

Mengetahui hormon menstruasi

Perubahan hormon mulai terjadi pada fase PMS menjelang haid. Ada empat hormon yang berperan dalam proses menstruasi yakni  hormon estrogen, progesteron, hormon perangsang folikel (FSH), dan hormon luteinizing (LH).  

Kadar estrogen akan meningkat selama siklus menstruasi. Ovulasi terjadi ketika lonjakan estrogen menghasilkan lonjakan LH, yang menyebabkan folikel pecah dan melepaskan telur ke tuba falopi. 

Pecahnya Folikel akan mengeluarkan progesteron, membantu endometrium untuk telur yang telah dibuahi. Jika sel telur dibuahi, estrogen, dan progesterone dilepaskan supaya menjaga endometrium tetap utuh. 

Namun jika sel telur tidak dibuahi, corpus luteum berhenti memproduksi progesteron dan kadar estrogen dan progesteron menjadi turun. Kadar hormon-hormon yang lebih rendah ini menyebabkan endometrium luruh dan menstruasi pun dimulai.

Kapan harus ke dokter? 

Ada beberapa gejala pra-menstruasi secara fisik diantaranya keputihan, perubahan payudara, nyeri atau kram pada area perut bawah, sakit kepala, muncul jerawat, kelelahan, pusing, dan nyeri sendi. Gejala tersebut cukup normal dialami oleh wanita yang memasuki siklus menstruasi.

Lalu, bagaimana dengan kondisi siklus menstruasi?

Siklus haid yang tak teratur kadang menjadi satu-satunya pertanda adanya gangguan pada sistem reproduksi. Ada baiknya segera periksakan diri ke dokter jika siklus menstruasi:

  1. Masa menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.
  2. Perdarahan yang terjadi lebih banyak dibandingkan menstruasi yang biasanya terjadi..
  3. Menstruasi berjalan lebih dari 7 hari;
  4. Menstruasi disertai dengan tanda lain, seperti mual, muntah, hingga kram perut.

Itulah beberapa tanda dan gejala menstruasi dan juga proses menstruasi  yang perlu diketahui.  Apabila beberapa gangguan kesehatan tidak membaik saat haid, sebaiknya berkonsultasi ke dokter atau datang ke klinik untuk mendapatkan penanganan.

charm
Proses Menstruasi
persiapan menstruasi
Komentar (7)
A

TE
Teges Elang Waranggani
thanks infonya
8 days ago
Balas
fg
ferani ghita putri
makasih infonya kak
6 days ago
Balas
OS
Olivia Savitri
oke kak makasih loh tipsnya
6 days ago
Balas