Kembali

My Growing Up Body

Mempelajari lebih dalam tentang hormon perempuan
Mempelajari lebih dalam tentang hormon perempuan


Mari sedikit mengingat tentang masa lalu. Apakah Anda mengingat bagaimana masa pubertas Anda di zaman dulu, Parents? Rasanya dulu semua berjalan begitu saja, ya. Tiba-tiba Anda menemukan diri Anda mengalami menstruasi pertama atau mimpi basah. Perbedaan fisik laki-laki dan perempuan pun mulai terlihat ketika Anda memperhatikan teman-teman sebaya Anda masa itu…. Ada yang suaranya berubah menjadi berat, ada yang memulai memakai bra ke sekolah, ada yang berjerawatan bahkan mulai pacaran!

Baca Juga : Ini lho cara hormon wanita bekerja - Charm Girl's Talk

Nah, sadarkah ada suatu penyebab mengapa tubuh Anda dan tubuh sang buah hati mengalami perubahan besar tersebut; yang tak hanya pada fisik namun pada emosi dan psikologi? Yah, itulah hormon.

Mempelajari lebih dalam tentang hormon perempuan
Hormon pada Tubuh 

Apa yang dimaksud dengan hormon?
Hormon adalah sebuah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh secara alami, lebih tepatnya dihasilkan oleh kelenjar endokrin, Parents. Tugas hormon sendiri adalah menjaga organ-organ pada tubuh bekerja sesuai fungsinya, mangkanya hormon memiliki efek tertentu; yang utama adalah sebagai berikut:


a. Mencerna makanan 
b. Menyerap zat gizi dan nutrisi 
c. Menyalakan gairah seksual 
d. Reproduksi 
e. Pertumbuhan dan perkembangan tubuh 
f. Detak jantung, suhu tubuh, waktu tidur, mood, rasa haus dan nafsu makan 
g. Fungsi kognitif dan lainnya

Yuk, langsung kita bahas tentang hormon utama perempuan
Secara garis besar, ada dua hormon reproduksi utama yang dimiliki perempuan karena dihasilkan oleh ovarium dan sebagian kecilnya di kelenjar adrenal dan sel-sel lemak; yaitu hormon estrogen dan hormon progesteron, Parents. Keseimbangan jumlah hormon estrogen dan progesteron pada tubuh sangat penting untuk manusia. Apabila terjadi ketidakseimbangan, potensial menjadi sebuah penyakit, Parents.

Mempelajari lebih dalam tentang hormon perempuan
Keseimbangan Hormon

Hormon ini juga memiliki waktu di mana jumlahnya mengalami perubahan. Pada hari ke-2 saat dimulainya siklus, hormon perangsang folikel akan mulai aktif. Pada hari ke 10, hormon estrogen akan segera mengalami peningkatan yang disusul oleh hormon pelutein yang mulai naik secara drastis. Setelah semuanya mengalami penurunan, maka hormon progesteron akan menyusul sebagai penanda masa subur pada hari ke-16 hingga 28. Hormon yang naik turun ini sangat berpengaruh dengan mood, lho, Parents!

Mempelajari lebih dalam tentang hormon perempuan

Hormon Estrogen
Hormon estrogen ini memiliki tanggung jawab yang sangat besar pada sistem reproduksi perempuan. Pada saat seorang anak perempuan menginjak masa pubertas, hormon estrogen akan melakukan perubahan fisik seperti tumbuhnya payudara, rambut kemaluan, dan bulu ketiak, Parents.

Hormon estrogen juga yang menyebabkan menstruasi pertama terjadi dan mengatur periode menstruasi di masa depan. Dalam perkembangan tubuh, hormon ini turut serta dalam mengatur mood atau suasana hati, dan proses penuaan.

Mempelajari lebih dalam tentang hormon perempuan

 

Hormon Progesteron
Fungsi hormon estrogen dan progesteron saling berkaitan dalam mengatur periode menstruasi. Namun, tugas utama dari hormon progesteron lebih untuk mempersiapkan tubuh dalam melalui masa kehamilan.

Mekanismenya adalah ketika seorang perempuan mengalami ovulasi atau berada mengalami masa subur, hormon progesteron akan membantu mempersiapkan lapisan dalam rahim yang disebut endometrium untuk menerima sel telur yang telah dibuahi oleh sperma.

Sebelum kehamilan, kadar hormon progesteron dalam tubuh tetap tinggi untuk ini tubuh menghasilkan sel telur baru dan mempersiapkan tubuh untuk menghasilkan ASI. Nah, jika tidak ada pembuahan, kadar hormon progesteron dalam tubuh akan turun dan menjadi menstruasi. Parents!

Apa yang terjadi ketika ada ketidakseimbangan hormon tersebut pada tubuh? 

Mempelajari lebih dalam tentang hormon perempuan
Mempelajari lebih dalam tentang hormon perempuan
Gejala Ketidakseimbangan Hormon

Sebelum mengetahui beberapa hal yang mungkin saja terjadi ada baiknya bila Anda mengenal penyebab terjadinya ketidakseimbangan hormon dan mengganggu kemampuan untuk menghasilkan hormon dalam jumlah yang sesuai keperluan tubuh meliputi:
a. Usia 
b. Kelainan genetik 
c. Kondisi medis tertentu 
d. Terkena racun 
e. Terganggunya jam biologis (ritme sirkadian)

Beberapa gejala tubuh yang dikarenakan penurunan jumlah hormon estrogen pada biasanya berupa gangguan pada tubuh seperti periode menstruasi yang berantakan, organ intim yang kering, suasana hati tidak menentu, menopause, kerontokan dan osteoporosis. Sedangkan jika kelebihan, bisa meningkatkan risiko kanker payudara, kanker rahim, dan depresi.

Untuk kekurangan hormon progestron sendiri, buah hati Anda mungkin saja mengalami gangguan siklus menstruasi yang diiringi nyeri berlebihan, perdarahan uterus tidak wajar, spotting atau flek selama kehamilan, gangguan tidur, dan menurunnya daya tahan tubuh.

Bagaimana cara mengatasi hormon yang tidak seimbang tersebut?

Tentunya untuk mengetahui terjadi ketidakseimbangan hormon pada tubuh Anda atau sang buah hati, Anda harus melakukan konsultasi dengan dokter anak atau obgyn terlebih dahulu untuk mendapatkan pemeriksaan dan menerima pengobatan yang tepat.

Pada umumnya sih dokter dapat menyarankan konsumsi hormon sintesis, serta untuk kelebihan produksi hormon, pengobatan dapat digunakan untuk menahan efek hormon.

Namun, menjaga keseimbangan hormon juga dapat Anda lakukan sendiri di rumah bersama sang buah hati, Parents. Anda hanya cukup menjaga pola asupan makanan yang sehat dan bergizi, berolahraga, kurangi gula dan karbohidrat, mengurangi stres, serta tidur yang cukup.
 

 

Komentar (0)
A