Kembali

Tentang Menstruasi

Kenalan dengan si kanker serviks dan HPV atau virus papiloma
Kenalan dengan si kanker serviks dan HPV atau virus papiloma


Sebelum memulai pembahasan ini, ada baiknya apabila kamu minta didampingi orang tuamu, ya Charm Girls! Sebagai seseorang yang sedang beranjak dewasa, tubuhmu akan rentan dengan penyakit, termasuk HPV dan Kanker Serviks. Mari kita cari tahu!

Baca Juga : Cara membersihkan Miss V kamu - Charm Girl's Talk

Apa itu serviks? Apa itu kanker serviks?
Serviks adalah suatu bagian yang berada pada bagian bawah rahim dan terhubung dengan vagina serta bertugas untuk memproduksi lendir. Lendir tersebut akan membantu sperma masuk ke dalam rahim. Seperti sebuah pintu, serviks akan menutup jalan agar janin tetap di dalam rahim saat kehamilan dan membuka saat waktunya melahirkan. Organ rahim sangat mengandalkan fungsi serviks lho, Charm Girls.

Kenalan dengan si kanker serviks dan HPV atau virus papiloma

So, kanker serviks adalah sebuah penyakit yang terjadi karena pertumbuhan sel-sel aneh di area leher rahim tersebut. Seiring berjalannya waktu, sel-sel aneh tersebut akan tumbuh menjadi jaringan serviks dan menyebar lebih dalam ke area organ lainnya.

Seram banget! Apakah kanker serviks itu berbahaya?
Namanya juga kanker, Ia punya kemampuan untuk menghalang-halangi sel lain untuk bekerja dengan baik dan menyakiti sesama sel lainnya. Terima kasih dong sama zaman yang sudah maju, dengan cara yang tepat, kanker serviks ini ternyata dapat dicegah dengan vaksin dan diobati. Namun, kamu tidak bisa menganggap kanker serviks ini sebagai penyakit biasa.


Buktinya, di tahun 2019 sendiri, merujuk data yang dipaparkan Kemenkes, ada 23,4% per 100.000 penduduk Indonesia dengan rata-rata kematian 13,9% per 100.000 penduduk. Jadi, bisa dibilang kanker serviks adalah kanker yang paling banyak di Indonesia dan mematikan bagi perempuan lho, Charm Girls! Wow!

Apa sebenarnya yang menyebabkan kanker serviks?
Pertama adalah obat DES (diethylstilbestrol) saat seorang anak masih di rahim ibu. Kedua, yang paling umum terjadi karena Human Papillomavirus (HPV).

Banyak sekali jenis dari virus HPV. Ada sekitar 150 jenis virus dan 20 diantaranya dapat menjadi awal mula terjadinya kanker serviks juga kanker lainnya, dari kanker vulva,
kanker vagina, kanker penis, hingga kanker anus. Dapat disimpulkan, jenis HPV yang berbeda akan menginfeksi area tubuh yang berbeda pula.


Virus HPV ini hidup di sel permukaan yang dapat masuk melalui luka di permukaan kulit dan menular melalui sentuhan langsung dengan kulit penderita. Apalagi, kalau daya tubuh lemah, virus HPV dapat tinggal dalam waktu yang cukup lama dan berkembang.

Terus bagaimana caranya tahu bahwa Aku terkena virus HPV?
Sayang sekali, Charm Girls… Nggak ada tanda dan gejala pada infeksi HPV atau bahkan dalam beberapa kasus kanker serviks, gejala baru terlihat ketika sel-sel kanker mulai menyerang jaringan di sekitarnya. Untuk kamu yang matanya lebih jeli, kamu dapat waspada dengan kutil, sebuah benjolan kecil yang bertekstur kasar berwarna coklat pucat. Kutil sendiri bisa tumbuh di lengan, tungkai, wajah, dan kelamin.


Satu-satunya cara yang dapat kamu lakukan adalah beritahu orang tuamu bahwa kamu mengalami masalah kulit tersebut. Sehingga mereka dapat dengan segera membawamu ke dokter untuk mendapatkan tes dan obat yang tepat. Biasanya sih, dokter akan melakukan beberapa tes sebagai berikut:

  • Tes IVA
    Area kelamin akan ditetesi cairan khusus bernama asam asetat. Jika benar kamu mengalami infeksi HPV, warna kulitmu akan berubah menjadi putih.
  • Pap Smear
    Dengan mengambil sampel sel serviks yang akan diperiksa di laboratorium, kamu dapat mengetahui perubahan kondisi serviks akibat infeksi HPV.
  • Tes HPV DNA
    Pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi HPV tipe risiko tinggi. Infeksi HPV tipe risiko tinggi dapat memicu perubahan dalam sel serviks dan dapat berubah menjadi kanker serviks.

Bagaimana cara mengobati kanker serviks dan HPV?

Kenalan dengan si kanker serviks dan HPV atau virus papiloma

Sebagian besar virus HPV dapat hilang dengan sendirinya tanpa diobati, lho Charm Girls. Namun, apabila pernah memiliki kutil kelamin, ada baiknya kamu rutin melakukan tes kembali dalam waktu 1 tahun.


Lain cerita jika virus HPV tersebut telah menyebabkan kanker serviks. Layaknya pengobatan pada kanker, meliputi bedah, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi ketiganya dan tergantung dengan stadium kanker yang dialami. Penasaran kan? Yuk kita lihat!

  • Bedah
    Dengan mengangkat, menghancurkan dan pembuangan sel kanker. Caranya juga beragam, seperti menggunakan laser, konisasi listrik, atau nitrogen cair.
  • Pengangkatan organ intim
    Operasi ini dilakukan untuk mencegah kanker menyebar ke anggota tubuh lainnya.
  • Radioterapi
    Dengan menggunakan sinar radiasi tinggi yang dapat membunuh sel kanker, radioterapi sering juga menjadi pilihan.
  • Kemoterapi
    Mengandalkan obat anti kanker dalam bentuk obat minum atau suntik. Obat ini nantinya bisa mengalir dalam darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
  • Terapi Target
    Mirip seperti kemoterapi, Terapi Target menggunakan obat namun berfungsi untuk memperlambat sel kanker untuk berkembang.

Aku belum pernah kena HPV atau kanker serviks. Adakah cara untuk mencegahnya?
Tentu saja ada cara yang dapat kamu lakukan, Charm Girls! Simak beberapa tips di bawah ini, ya.

  • Vaksin HPV. Ketika usiamu telah menginjak 9-26 tahun, ada baiknya kamu meminta orang tuamu untuk memberikan vaksin HPV di dokter atau rumah sakit.
  • Menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Pastikan asupan harianmu selalu on-track, yah!
  • Rajin melakukan pap smear sehingga kondisi serviks kamu selalu dalam pengawasan.
  • Jadi, kalau tiba-tiba ada kanker, kamu akan lebih mudah ditangani sebelum terlambat.
  • Tidak merokok. Sudah jelas sekali, zat pada rokok akan merusak tubuhmu.
  • Menjaga kebersihan tubuh dan organ intim kamu dengan baik.
Komentar (0)
A