Kembali

Edukasi

5 gangguan pada hormon menstruasi wajib kamu tahu!
5 gangguan pada hormon menstruasi wajib kamu tahu!


Mengenal hormon menstruasi! 

Setiap bulan sepanjang kehidupan reproduksi, wanita akan mengalami menstruasi yang  disebabkan oleh hormon menstruasi. 

Hormon menstruasi sendiri terdiri dari hormon-hormon yang tidak dimiliki pria, seperti,  hormon progesteron, hormon estrogen, Luteinizing hormone, Follicle-stimulating hormone.  Setiap hormon wanita memiliki peranan penting terhadap kesehatan, jika terjadi  ketidakseimbangan maka mungkin saja Anda akan mengalami gangguan menstruasi. 

Banyak gangguan hormon menstruasi yang dialami wanita, mulai dari darah haid yang terlalu  sedikit atau berlebihan, nyeri haid, hingga depresi menjelang menstruasi atau premenstrual  dysphoric disorder. Dalam jangka panjang tanpa penanganan yang tepat, dapat meningkatkan  risiko masalah kesuburan. Yuk, kenali gejala dan penyebabnya dalam ulasan berikut ini!

Baca Juga : Hormon menstruasi juga bisa bikin tubuh berjerawat loh!

1. Amenorea 

Ada dua jenis amenorea, yaitu amenorea primer dan sekunder. Amenorea primer adalah  kondisi di mana seorang wanita sama sekali belum mengalami haid hingga 16 tahun. Sedangkan  amenorea sekunder adalah kondisi di mana seorang wanita usia subur yang tidak sedang hamil  dan pernah menstruasi sebelumnya, berhenti mendapatkan menstruasi selama 3 bulan atau  lebih. 

5 gangguan pada hormon menstruasi wajib kamu tahu!
Gangguan Hormon Menstruasi 

Amenorea primer dapat disebabkan oleh kelainan genetik, gangguan otak yang mengatur  hormon menstruasi, atau masalah pada indung telur (ovarium) atau rahim; menyebabkan  gangguan hormon menstruasi. 

Selain itu, kekurangan gizi atau malnutrisi dan olahraga yang berlebihan juga bisa menyebabkan  wanita mengalami amenorea. 

2. Dismenorea 

Dismenorea adalah nyeri saat menstruasi yang dialami pada hari pertama dan kedua haid.  Gejalanya berupa nyeri atau kram di perut bagian bawah hingga ke punggung bawah serta paha  disertai sakit kepala, mual, dan muntah. 

Gangguan hormon menstruasi yang bertanggung jawab untuk hal ini adalah hormon menstruasi  prostaglandin yang tinggi saat hari pertama haid. Setelah beberapa hari, hormon ini akan  berkurang kadarnya hingga dapat membuat nyeri haid ikut mereda.

3. Menorrhagia 

Menorrhagia adalah gangguan menstruasi berupa keluarnya darah menstruasi secara  berlebihan atau dalam jumlah yang terlampau banyak dan berlangsung lebih dari menstruasi  normal, yakni lebih dari 5-7 hari hingga mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. 

Menorrhagia disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari perubahan pola makan, sering olahraga,  gangguan hormon menstruasi, infeksi atau peradangan di vagina dan leher rahim, gangguan  tiroid, miom dan polip di rahim, gangguan pembekuan darah, hingga kanker rahim atau kanker  serviks. 

5 gangguan pada hormon menstruasi wajib kamu tahu!

4. Oligomenorea 

Oligomenorea adalah kondisi ketika seorang wanita jarang sekali mengalami menstruasi, yakni  jika siklus menstruasinya lebih dari 35-90 hari atau mendapat haid kurang dari 8-9 kali dalam  kurun waktu setahun. 

Oligomenorea sering dialami remaja yang baru memasuki pubertas dan wanita yang memasuki  masa menopause. Gangguan menstruasi ini merupakan dampak dari gangguan hormon  menstruasi. 

5. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) 

Menjelang menstruasi, tidak sedikit wanita mengalami nyeri atau kram perut ringan, sakit  kepala, dan keluhan psikologis, seperti perubahan mood, merasa cemas, gelisah, hingga mudah  emosi yang disebut dengan PMS atau premenstrual syndrome. Belum diketahui secara pasti,  namun diduga karena adanya kelainan zat kimia di otak yang mengatur mood. Salah satu zat  kimia ini adalah serotonin.

Gangguan menstruasi yang terjadi hanya sesekali biasanya tergolong normal dan tidak perlu  dikhawatirkan, kok. Namun jika gejala-gejalanya sering muncul dan sudah berlangsung dalam  jangka waktu yang lama dan tidak tertahankan, segera berkonsultasi ke dokter.

Komentar (0)
A