Kembali

Love Self, Family and Friends

Parents, ini 5 cara menghadapi anak saat memasuki masa puber!

Parents, ini 5 cara menghadapi anak saat memasuki masa puber!


Jika bercermin ke belakang sejenak, Anda pasti masih mengingat bagaimana tingkah sang buah hati saat mereka masih kecil balita. Setiap anak memiliki sifat dengan perbedaan fisik laki-laki dan perempuan yang berbeda-beda, tapi keceriaan anak Anda pasti masih ada diingatan. Bagaimana kata pertama mereka bisa menjadi sebuah ocehan tanpa henti yang mengisi hari; bahkan beberapa orang tua bisa merasa terganggu karena sang buah hati tidak mau diam…

Namun, seiring waktu berlalu; perkembangan laki-laki dan perempuan mulai terjadi pada sang buah hati Anda. Pubertas terjadi, mereka akan mengalami perubahan fisik dan juga emosional. Mereka bisa saja memiliki beberapa sifat yang berubah 180 derajat. Kenyataannya, semakin anak tumbuh besar, mereka justru semakin tertutup dan menjauh dari orang tua. Tak ada yang masalah jika anak ternyata menjadi seorang introvert; wajar saja. Itu tanda dia punya caranya tersendiri untuk menikmati hidupnya.

Baca Juga : 4 cara mengajarkan anak melindungi diri, wajib Parents ikuti!

Tapi, harus diingat. Punya anak yang sudah beranjak dewasa perlu perhatian dan pengamanan ekstra. Apalagi di zaman seperti saat ini; salah memilih pergaulan bisa-bisa terjerumus dalam hal yang tidak diinginkan.
Jangan sampai komunikasi antara orangtua dan anak menjadi terhambat, karena anak sering menutup diri dan enggan untuk menceritakan apa yang dialaminya sehari-hari. Padahal komunikasi ini sangat berguna untuk membantu anak berbagi cerita dan pengalaman, serta mengatasi masalah. Yuk, jadilah orang tua yang berasa teman!

1.Jangan memaksakan semua 
Proses pendekatan adalah proses, maka memaksa adalah hal yang dapat memberhentikan semuanya. Tak ada orang yang senang dipaksa, termasuk dipaksa untuk mengatakan hal-hal yang tak ingin dibicarakan; termasuk sang buah hati. Posisikan diri sebagai teman dan tempat yang nyaman untuk berbicara. Bersikaplah tenang, terbuka, dan tidak mendesak.

 

Parents, ini 5 cara menghadapi anak saat memasuki masa puber!
Cara Mengatasi Anak Puber

Memang pasti Anda sangat ingin tahu kegiatan dan perasaan anak, tapi mengintrogasinya dengan banyak pertanyaan malah akan membuatnya kesal, sehingga bisa menjauhkan hubungan Anda dengannya. Bersabarlah untuk menghadapi anak tertutup yang tidak mau bercerita, karena ia membutuhkan waktu untuk bisa benar-benar terbuka.

Jangan kejar dia dengan banyak pertanyaan, okay? Biarkan mereka merasa nyaman dan ingin berbagi dengan Anda tanpa ada tekanan.

2.Menjadi orang tua, bukan menjadi hakim
Salah satu hal yang tak disukai anak ketika bicara dengan orangtuanya adalah mendengar kritik yang dilontarkan orang tua. Terkadang, pengalaman dan usia sering kali membuat orang tua bersikap tahu segalanya dan tidak memvalidasi kelakuan random nan aneh seorang anak pada masa pubertas.

Tanpa Anda sadari, mungkin Anda sering melempar kata-kata yang menyalahkan atau menghakimi anak. Jangan buat diri seperti hakim, sebaliknya, buat kalimat yang bisa memotivasi anak lebih baik.

3.Timing is important!
Tak semua anak merasa perlu berbicara secara khusus dengan orangtuanya. Bagi anak, suasana sepi, tenang, dan hanya berdua orangtuanya, menimbulkan suatu perasaan canggung yang tak menyenangkan. Anak-anak, khususnya laki-laki, lebih responsif untuk berbicara ketika mereka sedang beraktivitas. Misalkan di sela-sela main sepak bola, menonton film, menggambar, dan lainnya.

Gunakan saat-saat aktif mereka, karena di saat seperti ini mereka bisa lebih mudah mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.

4.Buka obrolan duluan
Inisiatif ini sangat dibutuhkan. Anda tidak bisa berekspektasi bahwa sang buah hati akan menyapa duluan jika Anda tidak bersikap demikian. Mengajukan pertanyaan untuk membuka obrolan memang sangat efektif. Namun hindari pertanyaan yang terlalu umum seperti,
“Bagaimana tadi di sekolah?”. Cobalah untuk mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik, misalnya “Main apa saat istirahat tadi?”.

Dengan menanyakan hal-hal yang spesifik, kemungkinan Anda akan mendapat jawaban yang lebih memuaskan, bahkan celotehan lain yang tak terduga.

5.Terus update tentang kesukaan anak
Anak yang beranjak dewasa, tentunya akan meninggalkan mainannya. Dari mereka akan memulai hobi-hobi baru seperti fotografi atau musik. Cari tahu apa hobi dan kesukaan anak, dengan begitu Anda akan bisa membuka percakapan dengan membicarakan hal-hal yang ia sukai.

Parents, ini 5 cara menghadapi anak saat memasuki masa puber!
Ketahui dan Dukung Hobi Anak

Anda juga bisa belajar hal baru juga, bukan?

Komentar (196)
A

Ja
Jasmine
thanks infonya
3 years ago
Balas
An
Anonymous
Ok
2 years ago
Avatar Profile Image
Bima Husna
sama sama
2 years ago
DO
Desy Oktaviani
Sama sama
2 years ago
Avatar Profile Image
amma samsuri
thanks infonya
2 years ago
An
Anonymous
Ok
2 years ago
An
Anonymous
Siap
2 years ago
An
Anonymous
Baik
2 years ago
ts
tiara septiany p
terima kasih infonya
3 years ago
Balas
Avatar Profile Image
Bima Husna
bagus
2 years ago
Avatar Profile Image
amma samsuri
thanks infonya
2 years ago
An
Anonymous
Baik
2 years ago
SN
Shafira N.,
makasih infonya kak, bagus banget
3 years ago
Balas
Avatar Profile Image
Bima Husna
sama sama
2 years ago
Avatar Profile Image
amma samsuri
thanks infonya
2 years ago
An
Anonymous
Baik
2 years ago
floating-icon