Kembali

Edukasi

6 Makanan Penurun Darah Tinggi Terbaik untuk Wanita

6 Makanan Penurun Darah Tinggi Terbaik untuk Wanita


Hipertensi adalah kondisi tekanan darah melampaui ambang normal, yaitu lebih tinggi dari 140/90 mmHg. Kondisi ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras dan seiring waktu dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Meskipun umum, darah tinggi bukanlah masalah kesehatan yang sepele, terutama bagi wanita. Kadar hormon estrogen dalam tubuh dapat memengaruhi tekanan darah, serta berdampak pada risiko kehamilan, fertilitas, dan komplikasi penyakit lainnya.

Bahkan, gejala yang dialami wanita juga bisa lebih parah dibandingkan dengan pria, lo! Jadi, mari kenali lebih dalam mengenai tekanan darah tinggi pada wanita dan cara mengatasinya!

Siapa saja yang lebih sering terkena darah tinggi?

Menurut penelitian, pria cenderung memiliki tekanan darah tinggi lebih sering daripada wanita sebelum menopause. Namun, ketika memasuki fase menopause, perbedaan ini mulai berkurang karena adanya perubahan hormonal pada wanita.

Oleh karenanya, bisa dikatakan bahwa wanita memiliki risiko yang sama dengan pria untuk kondisi ini. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa tekanan darah tinggi yang dialami wanita bisa diperparah oleh beberapa faktor, riwayat penyakit dan gaya hidup, terutama pada wanita dengan:

  • berat badan berlebih,
  • diabetes,
  • tingkat stres yang tinggi,
  • aktivitas fisik yang kurang,
  • kebiasaan merokok, dan
  • kondisi sudah menopause.

Apa penyebab darah tinggi?

Hipertensi bisa terjadi pada setiap orang tanpa memandang jenis kelamin, penggunaan alat kontrasepsi, atau bahkan usia. Namun, studi menemukan bahwa pembuluh darah pada wanita cenderung menua lebih cepat. Artinya, wanita lebih rentan terkena hipertensi dibandingkan pria.

Memang belum ada penyebab pasti dari hipertensi, tetapi beberapa faktor di bawah dapat dianggap sebagai penyebab utama darah tinggi.

1. Faktor genetik

Riwayat keluarga dengan hipertensi bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini. Jika orang tua atau saudara kandungmu pernah memiliki riwayat hipertensi, maka kemungkinan kamu mengalaminya juga akan meningkat.

2. Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat juga memengaruhi tekanan darah, seperti mengonsumsi makanan tinggi garam, tinggi lemak jenuh, dan rendah serat. Selain itu, kebiasaan buruk seperti merokok dan malas gerak juga meningkatkan risiko hipertensi pada wanita.

3. Stres berlebihan

Stres kronis akan berpengaruh pada tekanan darah seseorang, apalagi jika tidak diatasi dengan baik. Wanita dewasa hingga lansia dengan tingkat stres tinggi rentan terserang hipertensi. Oleh karena itu, stres perlu dikelola dengan sebaik mungkin..

4. Kehamilan

Wanita hamil berisiko mengalami preeklampsia, yaitu komplikasi kehamilan serius yang menyebabkan tekanan darah tinggi pada wanita. Selain tekanan darah tinggi, kondisi ini juga ditandai dengan masalah pada urine dan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh.

5. Menopause

Wanita berisiko tinggi untuk mengalami hipertensi setelah melewati masa menopause. Estrogen dalam tubuh semestinya berfungsi untuk menjaga kelenturan pembuluh darah dan mempertahankan tekanan darah yang sehat. Namun, selama menopause, kadar hormon estrogen pada wanita akan menurun drastis. 

Dengan adanya penurunan estrogen ini, pembuluh darah menjadi lebih kaku. Hal inilah yang meningkatkan kemungkinan terjadinya hipertensi pada perempuan lanjut usia.

Bagaimana cara mengatasi darah tinggi?

Kunci mencegah dan mengatasi tekanan darah tinggi adalah dengan menjalani gaya hidup sehat dan menghindari kebiasaan yang tidak sehat. Berikut adalah gaya hidup penurun darah tinggi yang bisa kamu lakukan mulai sekarang.

  • Memantau tekanan darah secara teratur.
  • Menjaga berat badan dalam rentang ideal.
  • Makan makanan seimbang dan membatasi makanan olahan.
  • Membatasi asupan garam.
  • Melakukan olahraga setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Berhenti merokok dan minum alkohol.

Rekomendasi makanan penurun darah tinggi

Bagi wanita yang memiliki tekanan darah tinggi, selain melakukan pengobatan di rumah sakit, kamu juga bisa menurunkan tekanan darah secara alami dengan mengonsumsi makanan penurun darah tinggi yang juga berkhasiat untuk tubuh sebagai berikut.

1. Buah-buahan

Buah-buahan bisa membantu menurunkan tekanan darah karena vitamin dan mineral di dalamnya bisa membantu menjaga kesehatan jantung. Contoh buah yang membantu menurunkan darah tinggi yakni jeruk, pisang, apel, mangga, semangka, dan alpukat.

2. Salmon dan ikan berlemak

Ikan berlemak merupakan sumber lemak omega-3 yang sangat baik bagi kesehatan jantung. Konsumsi ikan berlemak seperti ikan kembung, salmon, dan tuna membantu menurunkan peradangan dan tekanan darah sehingga mengurangi risiko hipertensi.

3. Sayur-sayuran

Kalium dan magnesium adalah mineral di dalam sayuran yang dapat menjaga tekanan darah yang sehat. Selain itu, beberapa jenis sayuran hijau juga mengandung nitrat, zat yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke jantung.

4. Kacang-kacangan 

Kacang-kacangan dipercaya bisa membantu mengatur tekanan darah karena terdapat kandungan kalium dan magnesium di dalamnya. Jenis kacang-kacangan yang paling baik sebagai penurun tekanan darah adalah kacang polong, almon, dan kacang merah.

5. Telur

Makan telur memang tidak secara langsung menurunkan tekanan darah. Akan tetapi, telur mengandung magnesium dan kalium yang menyehatkan jantung dan pembuluh darah. Jadi, jangan lupa tambahkan telur ke dalam menu harianmu, ya, Charm Girls!

6. Bumbu dan rempah-rempah

Menurut sejumlah penelitian, jamu dan rempah mengandung berbagai zat yang manjur untuk menurunkan tekanan darah serta membuat pembuluh darah rileks. Bumbu dan rempah tersebut di antaranya seledri, ketumbar, kunyit, lada hitam, ginseng, kayu manis, jahe, serta bawang putih dan merah.

7. Daging tanpa lemak

Daging tanpa lemak merupakan pilihan baik karena mengandung protein dan zat gizi berkualitas tinggi. Beberapa contoh daging tanpa lemak yang mudah diolah yaitu dada ayam tanpa kulit, daging sirloin, dan daging giling tanpa lemak.

Wanita memang berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi alias tekanan darah tinggi, apalagi setelah menopause. Meski begitu, bukan berarti kamu tidak bisa mencegahnya dari sekarang.

Ingat, kunci mencegah tekanan darah tinggi adalah menjalani gaya hidup sehat, lebih banyak beraktivitas fisik, dan menjauhi kebiasaan yang tidak sehat. Perbanyak juga mengonsumsi makanan penurun darah tinggi, terutama buah dan sayuran.

buah yang menurunkan darah tinggi
Komentar (0)
A

floating-icon