Kembali

Edukasi

Mengenal Lebih Dalam Fungsi Hormon Prolaktin, Bukan Cuma Penghasil ASI!

Mengenal Lebih Dalam Fungsi Hormon Prolaktin, Bukan Cuma Penghasil ASI!


Berbagai fungsi pada tubuh perempuan dipengaruhi oleh banyak sekali hormon, salah satunya prolaktin. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar hipofisis anterior yang berada di dalam otak.

Bagi perempuan, hormon ini punya peran yang sangat penting karena dapat membantu perkembangan jaringan payudara, produksi air susu ibu (ASI) selama kehamilan, dan bahkan mengembalikan kesuburan wanita yang telah melahirkan.

Yuk, Girls, kenali lebih lanjut mengenai hormon prolaktin pada wanita, serta apa yang terjadi jika kamu kelebihan atau kekurangan hormon ini!

Apa itu hormon prolaktin?

Prolaktin adalah hormon yang mendorong produksi susu pada mamalia sehingga mereka dapat menyusui anak-anaknya setelah lahir. Meskipun memiliki nama yang berhubungan dengan produksi ASI, sebenarnya ada 300 fungsi prolaktin lain yang ditemukan oleh para peneliti.

Fungsi tersebut dibagi menjadi beberapa kategori, seperti reproduksi, metabolisme, pengaturan cairan (osmoregulasi), pengaturan sistem kekebalan tubuh (imunoregulasi), dan fungsi perilaku. Ini berarti hormon yang diproduksi dalam kelenjar hipofisis tersebut sangat penting bagi fungsi tubuh yang optimal.

Salah satu komponen utama dalam produksi hormon prolaktin adalah neurotransmiter bernama dopamin. Neurotransmiter sendiri merupakan pembawa pesan kimiawi antara sel-sel saraf di dalam otak. Dopamin yang diproduksi otak akan menghambat produksi prolaktin.

Akibatnya, ketika kadar dopamin dalam tubuh mencapai titik tertinggi, kadar prolaktin menjadi rendah dan begitu pun sebaliknya. Uniknya, hormon prolaktin sendiri dapat merangsang sekresi (pelepasan zat) dopamin. Ini membantu mengontrol kadar kedua zat tersebut dalam tubuh.

Studi membuktikan bahwa kadar prolaktin dalam darah akan meningkat selama tahap reproduksi atau ketika kadar hormon estrogen sedang tinggi. Hal ini juga terjadi setelah wanita melahirkan, mengingat produksi ASI membutuhkan kadar prolaktin yang lebih tinggi dari biasanya.

Selain dopamin dan estrogen, ada berbagai hormon lain yang membantu meningkatkan dan menurunkan produksi hormon prolaktin dalam tubuh. Contohnya adalah hormon tirotropin, oksitosin, dan antidiuretik.

Apa saja fungsi hormon prolaktin?

Hormon prolaktin dinamai demikian karena fungsi utamanya adalah membantu proses laktasi (produksi susu). Namun, itu bukanlah satu-satunya fungsi hormon yang satu ini. Beberapa kegunaan prolaktin bagi tubuh manusia yaitu:

  • mengontrol keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh,
  • mengatur sistem kekebalan tubuh,
  • memengaruhi perilaku dan suasana hati,
  • membantu mengatasi masalah kesuburan,
  • mengurangi produksi hormon tertentu,
  • membantu pembentukan hormon steroid,
  • membantu metabolisme lemak, karbohidrat, kalsium dan vitamin D.

Bagaimana jika produksi hormon prolaktin tidak seimbang?

Kadar prolaktin dalam tubuh harus seimbang, sebab hormon tersebut berperan penting sebagai pengatur fungsi tubuh. Untuk mengetahui kadar hormon prolaktin dalam darah, kamu bisa menjalani pemeriksaan PRL (prolactin level test).

Umumnya, kadar prolaktin mencapai tingkat tertinggi selama kehamilan atau setelah seseorang melahirkan. Sementara itu, produksi prolaktin terendah ditemukan pada pria atau wanita yang tidak hamil.

Nah, berikut adalah gangguan kesehatan yang bisa terjadi jika produksi prolaktin terlalu tinggi atau terlalu rendah.

1. Gangguan pada tubuh jika produksi prolaktin terlalu banyak

Dalam kasus ini, tubuh biasanya mengalami gangguan berupa hipopituitarisme, yaitu kondisi langka akibat kekurangan satu atau beberapa hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis. Akibatnya, muncul gejala-gejala berikut pada tubuh.

  • Gangguan pada siklus haid akibat rendahnya estrogen. Ini karena prolaktin yang tinggi dapat menurunkan kadar hormon seks.
  • Masalah kesuburan, baik pada pria maupun wanita.
  • Terjadinya produksi ASI pada wanita yang tidak hamil.

Jika seseorang memiliki kadar prolaktin yang cukup tinggi, ini juga dapat menandakan tumor pada kelenjar hipofisis. Tumor dapat menekan kelenjar hipofisis dan membuatnya memproduksi prolaktin secara berlebihan. Akibatnya, wanita yang tidak sedang hamil justru memproduksi ASI.

Meski begitu, jangan khawatir. Sebagian besar pasien dengan kondisi ini dapat sembuh setelah mengonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter.

2. Gangguan pada tubuh jika produksi prolaktin terlalu sedikit

Produksi prolaktin yang terlalu rendah juga bisa memberikan efek samping pada tubuh, tergantung penyebab yang mendasarinya. Kondisi ini disebut hipoprolaktinemia. 

Gejala utamanya yaitu penurunan produksi ASI dan kesulitan menyusui. Selain itu, beberapa studi juga menunjukkan bahwa kurangnya kadar prolaktin bisa menyebabkan kemandulan, siklus menstruasi tidak teratur, osteoporosis, dan penurunan gairah seks. 

Hipoprolaktinemia merupakan kondisi yang tidak umum dan biasanya hanya terjadi pada orang dengan masalah kelenjar hipofisis. Namun, ada beberapa gejala akibat oleh kondisi ini yang perlu kamu waspadai, seperti:

  • periode menstruasi yang tidak teratur,
  • kesulitan menyusui atau ketidakmampuan total dalam menyusui, serta
  • disfungsi seksual pada pria dan wanita.

Nah, itulah berbagai hal seputar hormon prolaktin dan fungsinya, Charm Girls. Meski kamu belum pernah melahirkan anak ataupun menyusui, hormon ini sebenarnya sudah menjalankan banyak peran di dalam tubuhmu.

Kadar hormon prolaktin yang sedikit tinggi sebetulnya tidak berbahaya, tetapi ini dapat memengaruhi kesuburan dan mengganggu siklus haid. Jadi, kalau kamu mengalami tanda-tandanya, tak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter supaya kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

prolaktin adalah
fungsi hormon prolaktin
Komentar (136)
A

An
Anonymous
ok
8 months ago
Balas
An
Anonymous
ok
8 months ago
Balas
An
Anonymous
ok
8 months ago
Balas
floating-icon