Kembali

Girl's Life

Penyebab keputihan cair seperti air dan berbau

Penyebab keputihan cair seperti air dan berbau


Keputihan merupakan kondisi yang biasa perempuan alami setidaknya sekali seumur hidupnya. Sebenarnya, kondisi ini cukup wajar dan tidak berbahaya. Keputihan merupakan cairan yang keluar dari organ intim dan memiliki fungsi untuk menjaga kelembaban dan sebagai proses pembersihan miss V. Cairan yang keluar dari area kemaluan wanita juga memiliki fungsi untuk menghindari infeksi.

Keputihan akan terjadi di setiap wanita, baik remaja dan wanita dewasa. Pada umumnya keputihan adalah normal. Namun, jika keputihan cair seperti air dan berbau ini bertanda kalau keputihan yang dialami adalah abnormal. Keputihan dengan tekstur cair adalah keputihan pada umumnya. Selama keputihan tidak menimbulkan gatal di area kemaluan atau tidak berbau sedap. Maka keputihan tidak menimbulkan masalah.

Keputihan akan meningkat ketika kadar estrogen meningkat atau di fase ovulasi. Jika disertai dengan penggunaan pil KB, menggunakan antibiotik, dan ketika stress jumlah keputihan akan berdampak. Keputihan juga bisa lebih cair ketika memasuki masa haid dan ketika sedang aktif berolahraga. 

Keputihan cair dan berbau, kenapa bisa terjadi?

Keputihan pada umumnya akan bersifat encer atau cair. Organ reproduksi wanita akan mengeluarkan cairan bening dan cair untuk membersihkan dirinya dari infeksi serta menjaga kelembaban area intim. Di dalam cairan tersebut terkandung zat asam yang merupakan bakteri baik untuk menjaga keseimbangan pH wanita. 

Penyebab keputihan yang cair dapat dikaitkan dengan fase ovulasi wanita. Ovulasi terjadi sebelum haid hari pertama muncul, kira-kira 14 hari sebelum haid dimulai. Pada awal ovulasi kemungkinan warna keputihan yang muncul berwarna putih telur. Lalu, warna dan teksturnya akan perlahan berubah menjadi cair dan licin serta berwarna bening. Karena pada masa ovulasi, sistem reproduksi wanita akan memproduksi lebih banyak cairan. Setelah fase ovulasi, tidak jarang muncul flek coklat sebelum haid. Keputihan ini menandakan sebentar lagi kamu akan datang bulan.

Tidak hanya di masa ovulasi, keputihan yang cair akan meningkat ketika wanita sedang hamil. Untuk melindungi janin dari segala infeksi, dinding rahim akan menjadi lembut. Cairan keputihan juga berfungsi sebagai pelindung bagi janin. Di umur kehamilan akhir, keputihan yang muncul akan lebih tebal, bergumpal dan mengandung sedikit darah. Namun, kondisi ini masih dianggap normal di usia akhir kehamilan.

Sejauh ini tekstur keputihan yang cair adalah normal. Tetapi, bagaimana kalau keputihan cair dan bau? Ini merupakan tanda adanya gejala gangguan kesehatan pada organ reproduksi wanita. Keputihan yang menimbulkan bau tidak sedap seperti bau amis atau busuk berarti terdapat infeksi di dalam kemaluan. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Infeksi jamur dan bakteri biasanya menjadi penyebab umum keputihan yang memunculkan bau.

Infeksi bakteri menandakan bahwa jumlah bakteri jahat dalam organ intim wanita lebih banyak daripada bakteri baik. Tidak hanya bau yang ditimbulkan, biasanya keputihan juga berwarna keabu-abuan atau kehijauan. Infeksi jamur atau kandidiasis vaginalis menjadi kemungkinan lain penyebab keputihan memiliki bau, biasanya akan disertai dengan rasa gatal di sekitar area kemaluan.

Simak yuk cara mengatasi keputihan berbau

Pasti semua wanita ingin keadaan tubuh dan organ reproduksinya dalam kondisi sehat. Namun, kadang tidak dipungkiri ketika keputihan menjadi gejala suatu gangguan yang lebih serius. Lantas, cara mengatasi keputihan cair dan bau gimana ya Charm Girls? 

Untuk gangguan yang membuat keputihan memunculkan bau tidak sedap, hal yang perlu kamu pastikan dulu adalah penyebabnya. Ketika penyebabnya telah diketahui, kamu dapat menentukan penanganan atau cara mengatasinya. Untuk memastikan kondisi keputihan tidak memburuk, kamu penting banget nih untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim.

Memastikan untuk selalu mencuci bersih area kemaluan dengan air hangat yang bersih mendukung untuk menjauhkan kotoran dan kemungkinan bakteri yang akan menempel pada area intim. Hindari menggunakan produk kewanitaan seperti sabun yang mengandung parfum, karena produk tersebut dapat mengganggu kadar pH di dalam organ intim. Mengganti pakaian dalam secara rutin dapat menjaga area kemaluan agar tidak lembab dan mencegah jamur dapat bertumbuh. 

Apakah perlu cek ke dokter?

Jika keputihan disertai dengan gejala-gejala mengganggu seperti bau amis, gatal dan terasa panas atau nyeri ketika buang air. Kamu harus memeriksakan kondisi kamu kepada dokter. Dengan ini kamu juga dapat mengetahui penyebab dari keputihan cair dan bau yang kamu alami. Ini juga membantu agar kamu nggak kalut dalam kecemasan karena keputihan.

Ketika sudah mengetahui penyebabnya, dokter akan merujuk perawatan seperti obat-obatan yang dapat membantu kamu untuk sembuh. Dokter juga dapat memantau dan memberikan anjuran medis yang dapat mengurangi gejala mengganggu. Sehingga kondisi organ reproduksi kewanitaan kamu dapat kembali sehat. Jadi jangan takut ya, Charm Girls untuk konsultasikan kondisi keputihan kamu jika mengganggu kesehatan kamu.

keputihan cair dan bau
cara mengatasi keputihan cair dan bau
Komentar (18)
A

Sa
Sandy
Ohh
a month ago
Balas
Sa
Sandy
Iya
a month ago
Balas
Sa
Sandy
Bener
a month ago
Balas
floating-icon