Kembali

Tentang Menstruasi

Charm Girls tau gak sih, hewan menstruasi tidak?
Charm Girls tau gak sih, hewan menstruasi tidak?


Charm Girls, ada suatu fakta yang mungkin pernah terpikir di benakmu. Sembari buka-buka lagi pelajaran biologi lagi yuk! Nah, jadi sebagai makhluk hidup, lebih tepatnya yang tergolong sebagai hewan mamalia mengalami masa menstruasi, mengandung hingga menyusui.

Charm Girls, tentunya masih ingat bukan struktur reproduksi pada perempuan, khususnya rahim kan?
Jadi, masa menstruasi adalah sebuah proses di mana terjadinya peluruhan lapisan dinding rahim yang terjadi sebulan sekali atau lebih. Setiap bulan, rahim membentuk lapisan tebal pembuluh darah yang berfungsi sebagai tempat pembuahan sel telur oleh sperma. Namun, ketika tidak terjadi pembuahan; maka lapisan dinding rahim tersebut bakal meluruh menjadi darah yang keluar melalui organ intim.

Baca Judul : Menstruasi di zaman dulu kayak apa ya? - Charm Girl's Talk
 

Sekarang, apakah Charm Girls menyadari bahwa mamalia itu ternyata nggak hanya manusia? Nah, berarti hewan juga akan mengalami masa menstruasi! Dari sekian banyak macam-macam darah haid, apakah darah mereka juga sama seperti manusia? Apakah mereka bakal ngerasain PMS yang sakit juga? Apakah mereka perlu pake pembalut bersayap juga? 

Daripada penasaran, yuk, kita bahas aja, Charm Girls!

So, it’s true! 

Ternyata hewan, khususnya mamalia yang menyusui mengalami masa menstruasi; tapi siklus dan caranya berbeda, Charm Girls. Kan, kalo manusia mengalami masa menstruasi biasanya berlangsung sekitar tiap 25 hingga 38 hari, dengan lama pendarahan selama 3 sampai 7 hari. Pada hewan, contohnya primata seperti Kera Besar, rata-rata siklus menstruasi berlangsung tiap 29 hari pada Orangutan atau 37 hari pada Simpanse.

Selain itu, pada hewan lainnya pendarahan nggak terjadi secara rutin setiap bulan, tetapi hanya beberapa kali dalam setahun. Inilah mengapa saat periode menstruasi datang, banyak manusia yang tidak menyadarinya. Jadi, beda hewannya beda juga waktu berlangsungnya. Ohya, selain primata, hewan lain yang juga mengalami masa menstruasi adalah gajah, kelelawar dan juga hewan yang mungkin jadi peliharaanmu di rumah; anjing dan kucing!

Lho, kok mereka bisa mengalami masa menstruasi tanpa perlu pembalut? Enak banget! 

Ini juga menjadi alasan lainnya mengapa kamu suka nggak sadar kalo hewan mengalami masa menstruasi; ini karena memang mereka mengeluarkan darahnya cuma sedikit. Kalau seperti yang diungkap John J Rasweiler IV, seorang profesor di State University of New York, ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi kenapa jumlah darah menstruasi hewan bisa sedikit; pertama kemungkinan karena hewan tertentu ukurannya memang lebih kecil dibanding manusia dan pembuluh darahnya pun lebih kecil.

Ohya, penelitian dari Yale University juga mengatakan bahwa tubuh hewan tuh sudah didesain supaya bisa mengatur seberapa banyak darah yang keluar. Sejumlah hewan betina katanya memang bisa mengatur penebalan dan penipisan dinding rahimnya sendiri, cara ini disebut ‘spontaneous decidualization‘.

Cara di atas katanya berguna buat melindungi ibu dari janin yang agresif. Soalnya, pas embrio berhasil terbentuk, pada hewan seperti primata, mereka ini akan memaksa masuk ke dinding rahim buat mendapatkan nutrisi. Wow, gercep sekali ya, Charm Girls. Jadi, mungkin saja sang mama hewan bisa mati gara-gara bakal anaknya sendiri. Maka dari itu, mereka terpaksa meluruhkan dinding rahimnya sendiri.

Rupanya, tipikal embrio manusia pun begitu, tapi tubuh manusia diatur supaya bisa tetap hidup meski nutrisi diambil si embrio. It’s so amazing right?

Ngomong-ngomong soal pembalut, ternyata ada kok pembalut khusus binatang. Mungkin, lebih cocok disebut sebagai popok kali ya, Charm Girls. Biasanya sih anjing betina yang menggunakannya, apalagi anjing yang berukuran cukup besar. Tentunya darah yang keluar bisa saja cukup banyak.

Charm Girls tau gak sih, hewan menstruasi tidak?
Popok Anjing Pembalut

Apakah hewan-hewan ini ngerasain PMS juga ya? 

Eh, mereka juga mengalami PMS alias Sindrom pra-menstruasi kok, tapi sudah pasti berbeda seperti manusia. Mereka akan mengalami perubahan perilaku, seperti tanda-tanda gelisah, nafsu makan turun atau hilang sama sekali, menghampiri pejantan dan nggak kabur apabila dihampiri oleh pejantan. Namun pada siklus menstruasi perubahan perilaku tidak terlalu terlihat, habisan tingkah laku hewan apalagi peliharaan bisa unik banget!

Ternyata pernah ada penelitian tentang PMS tahun 1980 yang dilakukan pada babon, tapi sayangnya, ilmuwan nggak bisa mengukur sejauh mana si babon ini merasakannya. Jadi entahlah sebenarnya kesakitan, atau nggak sama sekali; katanya sih beberapa hewan malah jadi lebih lembut dan ramah saat datang bulan, seperti kucing. Lucu ya Charm Girls.

Komentar (0)
A